Ilustrasi
Semarang (Infoplus) – Atas total hutangnya sekitar Rp 202 miliar, PT Indotirta Jaya Abadi, perusahaan Air Minum Dalam Kemasan merek Aguaria sebelum dinyatakan pailit mengaku sudah berusaha membayar. Namun, diakui upayanya iti tak berhasil sampai akhirnya pihaknya terima dinyatakan pailit.
“Kami tidak mengajukan upaya hukum,” kata Agus Nurudin, kuasa hukum Aguaria kepasa wartawan, Kamis (8/2).
Sidang kepailitan Aguaria dihadiri kuasa hukum para pihak. Aguaria dalam jawabannya mengaku sampai saat ini masih terus berusaha membayar.
“Aguaria mengaku mengalami kesulitan keuangan yang berpengaruhi stabilitas perusahaan PT Indotirta Jaya Abadi,” sebut majelis hakim dalam putusannya.
Aguaria telah berusaha memulihkan keadaan perusahaan semaksimal mungkin dengan salah satu penyelesaian yaitu rencana perdamaian dan restrukturisasi pembayaran hutang.
Dalam pertimbangannya, sesuai dalil hukum serta alat-alat bukti yang diajukan di persidangan ditemukan fakta. Debitor memiliki dua kreditor atau lebih. Debitor tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih.
Tunjuk Kurator dan Angkat Hakim Pengawas
Atas permohonan Setefan yang meminta Agus Gunawan dan Andry Abdillah, kurator dan pengurus di Jakarta, majelis menilai keduanya independen, tidak mempunyai benturan kepentingan dengan debitor dan kreditor.
Keduanya juga tidak sedang menangani perkara pepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang lebih dari tiga perkara.
“Oleh karena itu permohonan Pemohon dapat dikabulkan,” kata hakim.
PT Indotirta Jaya Abadi, perusahaan air minum yang berdiri sejak sejak 1984 itu digugat pailit ke pengadilan karena tak mampu membayar hutang-hutangnya. Permohonan pailit diajukan atasnama Setefan Djimin.
Dalam gugatan pailitnya, Setefan Djimin menyatakan memiliki piutang yang tak dibayar dan menuntut adanya pailit atas Aguaria. Setefan meminta pengadilan mengabulkan permohonan pailit seluruhnya.
PT Indotirta Jaya Abadi berdiri pada 25 April 1984. Produk minuman pertamanya adalah teh dalam kemasan botol “Indoteh”. Satu tahun berikutnya lahir produk air mineral merek “Aquaria” yang pada tahun 1993 merek “Aquaria” berganti menjadi merek yang hingga kini digunakan, “Aguaria”.edi















