Uang Suap ke Siti Masitha Sebagian Dibungkus Kardus Sepatu

oleh

Sejumlah saksi saat diperiksa di pengadilan atas terdakwa Siti Masitha dan Amir Mirza

SEMARANG – Siti Masitha Soeparno, Walikota Tegal nonaktif didakwa menerima suap bersama Amir Mirza Hutagalung sebesar Rp 8,8 miliar oleh jaksa KPK. Dari sejumlah uang suap yang diterima Siti, diterima lewat Amir Mirza, mantan Ketua Naadem Brebes dan ajudannya, Sri Murni. Sebagian uang suap diketahui diberikan dengan dibungkus kardus.

“Pernah dititipi Pak Amir Mirza, kardua sepatu. Tak tahu isinya. Suaranya klotok-klotok,” kata Sri Murni, Asisten Rumah Tangga (ART) walikota itu saat diperiksa di hadapan majelis hakim diketuai Antonius Widijantono.

INFO lain :  Petani Tewas Kesetrum Listrik dari Jebakan Tikus di Sawah

Sri Murni mengaku kenal Siti Masitha saat ia mencalonkan diri sebagai walikota. Usai terpilih dan dilantik walikota, Sri Murni resmi mengabdi ke Siti.

“Digaji honorer aatu jutaan. Digaji pula oleh Bunda. Saya bertugas mebgrus keperluan harian sebagai ART,” kata dia.

INFO lain :  Dugaan Pelanggaran Hak Cipta Terkait Penggandaan Tafsir Kitab Al Ibriz Berakhir Damai

Selain dari Amir Mirza, Sri Murni mengakui pernah pula menerima titipan bingkisan yang diduga berisi uang. Salab satunya dari Sugiyanto, Kadis Pekerjaan Umum Tegal.

“Pernah pula dari Monez. Dari Sadat Fariz (rekanan). Isinya kue tart dalam tas,” kata dia.

Secara tunai, Sri Murni juga menerima langsung uang tunai dari Amir Mirza. Uang diterimanya kewat transfer.

“Rp 10 juta dab Rp 14 jita di hari yang sama. Saya laporkan ke Bunda,” kata dia.

INFO lain :  Terdakwa Kasus Diklatsar Menwa UNS Divonis Dua Tahun Penjara

Kedekatan Siti Masitha Soeparno dengan Amir Mirza, diakui Sri Murni. Selain terlihat akrab, Siti Masitha dinilai Sri Murni banyak memberi perhatian mr Amir.

“Bunda Siti dan Pak Amir ada hubungan keluarga. Pernah saya dikasih tahu itu. Saya sering juga diminta Bunda kasih makan Pak Amir di Posko,” kata Sri Murni yang mengakui, Siti Masitha dan Amir Mirza berencana berpapasangan maju Pilkada. edi