Opini Dr. Tugimin Supriyadi, Psi. : MANUSIA IDEAL Wawasan Humanistik dan Kearifan Lokal

oleh

Menggabungkan seluruh pandangan ini, manusia ideal dapat digambarkan sebagai sosok yang terus bertumbuh. Ia memiliki kesadaran diri yang tinggi, mampu mengembangkan potensi sesuai bakat dan minatnya, namun tetap rendah hati dan peduli pada sesama. Ia hidup dengan tujuan dan makna yang jelas, mampu menyeimbangkan kebutuhan pribadi dengan tuntutan sosial, serta menjaga keharmonisan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.

INFO lain :  Melawan Kotak Kosong dalam Pilkada

Dalam konteks kehidupan masa kini, konsep ini menjadi sangat penting. Di tengah arus modernisasi yang sering kali menempatkan materi sebagai ukuran keberhasilan, pandangan humanistik dan kearifan lokal mengingatkan kita bahwa keidealannya manusia terletak pada kualitas hati, pikiran, dan perilaku. Membentuk manusia ideal bukanlah tugas yang selesai dalam sehari, melainkan proses seumur hidup yang membutuhkan kesadaran, usaha, dan refleksi terus-menerus.

Sebagai kesimpulan, manusia ideal bukanlah sosok yang tak terjangkau atau hanya ada dalam dongeng. Ia adalah tujuan yang nyata yang dapat dicapai melalui pengembangan potensi diri, pembentukan karakter yang luhur, dan kesadaran akan hubungan kita dengan dunia di sekitar kita. Teori humanistik memberikan landasan psikologis, sementara ajaran Ki Ageng Surya Mentaram memberikan warna budaya dan spiritual yang khas, keduanya saling melengkapi untuk menggambarkan sosok manusia yang utuh, bijaksana, dan bermanfaat bagi lingkungannya.(*)