“Sekarang ini, kita harus menganggap arsip itu penting, karena di situlah kita dapat melihat sejarah, kita dapat melihat kegiatan-kegiatan yang selama ini tidak terlihat,” tegas dia.
Ditambahkan Laily, ada jenis-jenis arsip terpelihara seperti arsip statis, arsip bernilai sejarah, arsip yang mempunyai memori kolektif bangsa. Arsip itu dinilai sangat penting demi bagi sejarah Ibu Kota Jawa Tengah.
“Saat ini eranya digitalisasi, maka unggulan Arpus di Kota Semarang adalah karena sudah menggunakan digitalisasi dalam kegiatan sehari hari semua OPD di Kota Semarang,” sebutnya.
Bahkan, Dinas Arpus memiliki aplikasi pengelolaan arsip elektronik yang diberi nama Srikandi atau Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi.
Sedangkan indikator pengawasan kearsipan di OPD Pemkot Semarang memiliki bobot nilai 40 persen yang meliputi aspek penciptaan, pemeliharaan arsip, SDM, hingga sarpras.
“Dengan support Ibu Wali Kota dan semua OPD di Kota Semarang, kami dapat meraih nilai tertinggi. Nilai ini akan mewakili Provinsi Jawa Tengah pada penilaian kearsipan tingkat nasional yang akan diumumkan pada akhir tahun 2024,” imbuh Laily.
Kota Semarang Raih Prastisha Pustaka di JKPI Award
Komitmen Kota Semarang dalam merawat warisan budaya mendapatkan apresiasi dengan meraih penghargaan Prastisha Pustaka dalam ajang Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Award 2024.
Penghargaan ini diserahkan pada Kamis (19/9) malam dalam acara gala dinner JKPI yang digelar di Ballroom Calamus, Rattan In Hotel, Banjarmasin.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, selaku tuan rumah JKPI 2024 menyerahkan penghargaan tersebut kepada Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang diwakili oleh Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Sekda Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur.
Dalam kesempatan tersebut, Hernowo mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Menurutnya penghargaan tersebut merupakan bonus sekaligus representasi atas komitmen Pemkot Semarang dalam merawat warisan pusaka.
“Penghargaan ini merupakan bukti nyata atas komitmen Pemkot Semarang dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, aAkademisi, masyarakat, pers serta para pelaku usaha dalam menjaga dan merawat warisan pusaka Kota Semarang. Kami akan terus berupaya agar warisan ini bisa dinikmati oleh generasi mendatang,” ujar Hernowo.

















