Semarang – INFOPlus. Ramai di jagad media sosial (medsos) dugaan pemerkosaan yang dilakukan mahasiswa Universitas Semarang atau Unnes. Pihak kampus merespons cepat dengan mengambil tindakan usai menerima informasi tersebut.
Dugaan pemerkosaan mahasiswa Unnes, berinial MJP, diunggah oleh @arauelette di medsos platform X, Selasa (21/8). Akun tersebut secara terang-terangan menyebut MJP adalah mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga angkatan 2023, lengkap dengan fotonya.
“Woi lu pada yg kulian di sini mending ati2 klo ketemu si bangsat ini. Dia udah merkosa temen gw sampe masuk rumah sakit & operasi. Mana ga ada tanggungjawan sama sekali. Keluarganya ga ada itikad baik buat minta maaf atau apa,” tulisnya.
@arauelette juga membeber kronologi pemerkosaan yang didapat dari percakapan dengan korban maupun ketika korban berkomunikasi dengan kakak MJP untuk minta pertanggungjawaban.
Kejadian pemerkosaan terjadi di Desember 2023, lokasinya di kos pelaku yang oleh korban dikatakan mirip asrama di dalam kampus.
“Posisi ning kost e ning kampus, kyo asrama tp sepi, bnr2 cmn berdua (posisi di kosnya di kampus, seperti asrama tapi sepi, benar-benar cuma berdua),” tutur korban.
Bermula dari MJP yang menghubungi korban via Telegram. Dalam percakapan tersebut MJP ngajak main ke Semarang dan diiyakan oleh korban. Setelah di Semarang, korban ternyata diajak ke kosnya dan di tempat itu lah terjadi aksi tak senonoh dari MJP.
“Even mau nolak juga takut ditinggal krn masih di luar kota (Semarang). Hs 3x kak di kost nya, pertama jam 12 pke pengaman, kedua ga pke pengaman, msi jam 1 an, trs pginya juga lagi jam 9,” aku korban saat curhat dengan kakak MJP.
Sementara itu, pihak Unnes menyampaikan tanggapan atas informasi dugaan pemerkosaan yang dilakukan mahasiswanya.
Lewat siaran tertulis disampaikan, pada Selasa (20/8) malam muncul perbincangan di media sosial X mengenai dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh mahasiswa Unnes.
Unnes memberikan perhatian serius dengan melakukan langkah-langkah berikut:
- Tim Etik Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Tim Seksi Kemahasiswaan Unnes, dan Tim Etik Unnes telah bekerja dengan menggali informasi dari berbagai sumber agar memperoleh informasi yang benar dan berimbang.
- Pada Selasa (20/8) malam Tim Kemahasiswaan langsung menggali informasi melalui pemilik akun @araoulette dan mengupayakan pertemuan dengan korban agar dapat memperoleh informasi lebih detail. Pertemuan direncanakan dilakukan pada Rabu (21/8) siang.
- Pada Rabu (21/8) pukul 08.00 WIB Tim Etik FIK telah menghubungi terduga pelaku untuk mendapatkan informasi lebih detail. Komunikasi juga dilakukan melalui orang tua terduga pelaku.
- Tim Etik FIK akan mendalami dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk memastikan kesahihan informasi dan memperoleh informasi secara berimbang.
- Jika berdasarkan informasi tersebut ditemukan indikasi kekerasan/pelecehan seksual atau bahkan tindak pidana pemerkosaan, Unnes akan melakukan sidang etik. Sanksi terhadap mahasiswa terduka pelaku kekerasan/pelecehan seksual akan diberikan sesuai Peraturan Rektor Nomor 44 Tahun 2018 dan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021.
Informasi mengenai perkembangan hal ini akan disampaikan lebih lanjut.















