Kasus Pembuangan Bayi di Tambra Dalam Semarang Terungkap, Begini Pengakuan Pelaku

oleh
kasus pembuangan bayi semarang
Tersangka pembuangan bayi di Tambra Dalam, Semarang, buang bayi karena takut aibnya ketahuan keluarga (Foto: Mh)

SemarangINFOPlus. Seorang perempuan asal Wonosobo berinisial SN ditangkap pihak kepolisian karena tega meninggalkan bayinya di teras rumah warga di Jalan Tambra Dalam 11 RT 3 RW 11, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Senin (6/5) lalu.

Wanita pemandu karaoke itu diamankan di kamar kosnya tak jauh dari lokasi pembuangan bayi pada Rabu (22/5) pukul 14.00 WIB. Dihadapan polisi, SN mengaku nekat menelantarkan anaknya lantaran takut bayi hasil hubungan gelapnya ketahuan oleh pihak keluarga.

Karena ketakutannya itu, SN setelah melahirkan secara normal di kamar kosnya, kemudian SN menuju ke lokasi kejadian lalu meletakan bayinya ke rumah warga.

Dirinya yakin bayi berjenis kelami laki-laki itu akan dirawat dengan baik oleh Fitri, penghuni rumah. Saat meletakan bayinya, SN juga meninggalkan pakaian dan susu formula serta menuliskan secarik kertas agar bayinya bisa mendapatkan perawatan yang baik.

“Iya kenal (dengan pemilik rumah) dan itu benar tulisan saya. Saya (tinggalkan bayinya) karena takut ketahuan sama keluarga. Saya letakan sendiri,” ujarnya.

SN juga mengakui jika bayi itu adalah hasil hubungan gelap dengan pria lain. Padahal dirinya sudah berstatus menikah. Saat ini dirinya juga masih menunggu ayah dari bayi itu untuk menemuinya.

“Ndak tau sekarang di mana (ayah bayi itu),” aku dia.

Sementara itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Aris Munandar menyatakan, atas perbuatannya, tersangka SN dijerat dengan pasal 76 B jo pasal 77 UU No 35 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Meski begitu, kasus pembuangan bayi ini sedang dalam pendalaman penyidik mengingat SN berkenan untuk merawat anaknya. Kepolisian saat ini juga masih melakukan pencarian terkait pria yang menjadi ayah dari bayi itu.

“Laki-laki masih kita lakukan pendalaman,” ujarnya.

Lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan kepolisian, SN mengakui jika bayi itu adalah hasil hubungan di luar nikah. Karena takut ketahuan oleh kerabatnya, SN menelantarkan bayinya ke rumah warga dengan diletakan di ember, kemudian ditutup oleh ember lagi.

“Bayi saat ini kami rawat kami titipkan di tumah sakit. Jadi bayi masih perawatan untuk menjaga bayi itu dan dari orang tua atau pelaku berniat untuk merawat sendiri dan tidak akan menyerahkan ke pihak lain,” pungkas Aris. (Mh) []