Setelah dilakukan layanan, siswa lebih memahami tentang topik yang dibahas yaitu tentang bullying, sekain itu mereka juga lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan bimbingan kelompok karena diawali dengan permainan dinamika kelompok “Bapak Berkata” dan dalam tahap inti diadakan drama yang sesuai dengan topik yang dibahas. Dengan adanya permainan dinamika kelompok dan teknik sosiodrama proses jalannya bimbingan kelompok berjalan dengan efektif, hal tersebut dibuktikan dengan keaktifan anggota kelompok dalam menyampaikan ide, gagasan, dan saran ataupun tanggapan dari siswa yang lainnya.
Umpan balik yang kami terima dari berbagai pihak cukup positif terkait layanan bimbingan kelompok yang sudah dilaksanakan, faktor yang menjadi keberhasilan dari pelaksanaan layanan BKp tersebut antara lain, siswa yang antusias dalam mengikuti kegiatan layanan, permainan dinamika kelompok yang disesuaikan dengan topik yang dibahas, perangkat pemberian layanan yang sebelumnya sudah disiapkan dan dilakukan perbaikan serta mendapatkan masukan dan saran dari rekan sejawat, topik yang dibahas merupakan topik yang sedang hangat terjadi, serta cara komunikasi dan pembawaan yang diberikan oleh pemimpin kelompok untuk membawa anggota kelompok terlibat aktif selama proses layanan bimbingan kelompok.
Hasil yang didapatkan berdasar evaluasi proses dan hasil juga menunjukan respon positif, ada sebuah pandangan baru yang menjadi kesepakatan bersama bahwa bullying merupakan hal yang harus dihapuskan dari dunia pendidikan pada khususnya, karena menimbulkan banyak kerugian bagi korban, bahkan pelaku itu sendiri.
















