“Untuk robot stunting, punya Kominfo sama Udinus, dari hasil skor kemudian sama robot itu dibaca, masuk di stunting atau di under weight. Nanti robot akan menjelaskan hasilnya, maka harus ikut Posyandu setiap hari, harus mendapatkan PMT tiap bulan,” sambung Mbak Ita.
Upaya Pengendalian Inflasi oleh Lurah Pasar
Selain fokus pada penanganan stunting, persoalan inflasi juga jadi perhatian Pemkot Semarang. Mbak Ita menegaskan peran penting lurah pasar dalam pengendalian inflasi di daerah.

Dalam kegiatan Rilis Inflasi Bulan Mei dan Mitigasi Pengendalian Inflasi belum lama ini, wali kota perempuan pertama di semarang ini menggarisbawahi bahwa lurah pasar harus aktif memantau harga komoditas pangan, terutama kebutuhan pokok masyarakat di pasar tradisional.
Pada Mei 2024, Kota Semarang mengalami deflasi sebesar 0,21%, didorong oleh penurunan harga pada beberapa kelompok komoditas. Meski begitu, Mbak Ita mengingatkan agar semua pihak tetap waspada, terutama terkait kenaikan harga sayur buncis yang dapat memicu inflasi.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan ini, Bulog Cabang Semarang menyebut stok beras di Kota Semarang mencapai total 22 ribu ton. Penyerapan beras dari petani lokal juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras yang cukup di pasaran.
“Dengan berbagai upaya yang dilakukan, kami berharap Kota Semarang dapat terus menjaga stabilitas ekonomi dan kesehatan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Mbak Ita. (Adv) []
















