Inovasi lain, yakni melalui program Cempaka atau Cegah Stunting Bersama Pengusaha di Kota Semarang. Ada pula kelas ibu balita dan kelas ibu hamil melalui program Roberto Carlos (Intervensi Promotif Ibu Hamil serta Mentorship untuk Cegah Anemia dan Kurang Energi Kronis).
Termasuk program pendampingan calon pengantin melalui program Tugu Muda (Calon Pengantin Bugar Produktif Menuju Keluarga Idaman), Edukasi dan aksi bergizi di lingkungan sekolah melalui program Piterpan (Pelayanan dan Edukasi Kesehatan Terpadu Pelajar Kota Semarang).
Penanganan stunting juga dilakukan dengan melibatkan milenial dalam penanganan stunting melalui program Melon Musk (Milenial bergerak bersama Menuntaskan Stunting di Kota Semarang).
“Serangkaian inovasi dan upaya tersebut harapannya dapat terus menekan angka stunting menuju zero stunting di akhir 2024,” harap wali kota.
Tak hanya itu, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Semarang terus mengalami peningkatan. Kota Semarang berada di atas LPE Jawa Tengah, bahkan Nasional.
Pertumbuhan ekonomi ini juga sejalan dengan peningkatan investasi di Kota Semarang, di mana nilai investasi tahun 2023 mencapai Rp 27,2 triliun. Berhasil melebihi target sebesar Rp 25,6 triliun atau naik 105,92 persen.
“Alhamdulillah, kerja keras, kebersamaan dan kesengkuyungan semua pihak membuahkan hasil dengan diterimanya penghargaan tingkat nasional dan regional selama tahun 2023,” katanya.