Semarang Menuju Kota Metropolitan yang Layak Huni, Maju dan Berkelanjutan

oleh
HUT ke-477 kota semarang
Kota Semarang di usianya yang ke-477 tahun menuju kota metropolitan yang layak huni, maju dan berkelanjutan. (Foto: Dok Disperkim)

Pencapaian penurunan angka stunting ini tidak terlepas dari semangat bergerak bersama antara pemerintah dengan seluruh stakeholder di Kota Atlas.

Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pemberian makanan tambahan lokal, rumah gizi pelangi nusantara, dan day care Rumah Pelita (Penanganan Stunting Lintas Sektor Bagi Baduta).

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat gowes sembari melihat kondisi riil warganya di kawasan Kampung Pelangi, belum lama ini. (Foto: Dok)
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat gowes sembari melihat kondisi riil warganya di kawasan Kampung Pelangi, belum lama ini. (Foto: Dok)

Inovasi lain, yakni melalui program Cempaka atau Cegah Stunting Bersama Pengusaha di Kota Semarang. Ada pula kelas ibu balita dan kelas ibu hamil melalui program Roberto Carlos (Intervensi Promotif Ibu Hamil serta Mentorship untuk Cegah Anemia dan Kurang Energi Kronis).

Termasuk program pendampingan calon pengantin melalui program Tugu Muda (Calon Pengantin Bugar Produktif Menuju Keluarga Idaman), Edukasi dan aksi bergizi di lingkungan sekolah melalui program Piterpan (Pelayanan dan Edukasi Kesehatan Terpadu Pelajar Kota Semarang).

INFO lain :  Ramai Foto ML, Beri Jawaban Payudara Berbeda

Penanganan stunting juga dilakukan dengan melibatkan milenial dalam penanganan stunting melalui program Melon Musk (Milenial bergerak bersama Menuntaskan Stunting di Kota Semarang).

“Serangkaian inovasi dan upaya tersebut harapannya dapat terus menekan angka stunting menuju zero stunting di akhir 2024,” harap wali kota.

Tak hanya itu, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Semarang terus mengalami peningkatan. Kota Semarang berada di atas LPE Jawa Tengah, bahkan Nasional.

INFO lain :  Korupsi Proyek Banprov Jateng Diobok-obok Kejati Jateng

Pertumbuhan ekonomi ini juga sejalan dengan peningkatan investasi di Kota Semarang, di mana nilai investasi tahun 2023 mencapai Rp 27,2 triliun. Berhasil melebihi target sebesar Rp 25,6 triliun atau naik 105,92 persen.

“Alhamdulillah, kerja keras, kebersamaan dan kesengkuyungan semua pihak membuahkan hasil dengan diterimanya penghargaan tingkat nasional dan regional selama tahun 2023,” katanya.

Yang paling membanggakan, lanjut Mbak Ita, penghargaan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah terbaik se-Indonesia dengan Status Kinerja Tinggi berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD). Serta deretan penghargaan lainnya baik di bidang lingkungan, pembangunan daerah, hingga penganugerahan Kota Layak Anak kategori Utama oleh Kementerian PPPA RI.

INFO lain :  Jadi Tersangka Video Syur

“Dari yang saya paparkan, ada beberapa capaian yang sudah diselesaikan dan belum sesuai RPJMD Kota Semarang tahun 2021-2026,” sebut dia.

Menurut Mbak Ita, dari lima misi ada satu misi yang telah diselesaikan, yaitu misi kelima, reformasi birokrasi.”Karena itu tidak menyangkut dengan proyek atau sebagainya tapi lebih ke regulasi saja. Termasuk yang omnibus law, reformasi birokrasi itu salah satunya ada di situ.”