Sejatinya tidak hanya siswa yang mempunyai harapan, tetapi sebagai orang tua juga perlu menuangkan harapan-harapan terhadap sang anak, yang mana komunikasi antara orang tua dan anak seakan tergantikan oleh media sosial. Pohon harapan itulah yang berfungsi sebagai alternatif komunikasi antara orang tua dan anak.
Setelah orang tua menceritakan isi hatinya, kemudian guru BK menuangkan dalam pohon harapan yang kemudian sang anak bisa membaca apa diinginkan oleh orang tua. Harapan-harapan itu dimaksudkan untuk mempermudah komunikasi dan menjadikan anak mempunyai motivasi meskipun tidak secara langsung.
Pohon harapan adalah sebuah alternatif tempat curhat bagi orang tua melalui guru BK. Setelah semua wali siswa menuliskan masing-masing harapannnya, guru BK membuatkan pohon harapan yang mana pohon harapan itu ditempelkan di dalam kelas.
Dengan adanya pohon harapan, akan mempermudah guru BK untuk memberikan solusi alternatif dalam menyelesaikan masalah yang selama ini terbentur karena peran orang tua tergantikan oleh medsos. Meskipun orang tua di perantauan, pohon harapan bisa menjadi solusi alternatif dalam pengentasan masalah.
















