Mantan Staf Ahli Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Terjerat Korupsi Aspirasi Bantuan Jonder

oleh

SEMARANG – Seorang mantan staf ahli Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tahun 2014 sampai 2019 tersandung masalah korupsi.

Dugaan korupsi terjadi atas bantuan traktor roda 4 atau Jonder, bersumber aspirasi DPR. Lantas siapa, anggota dewan yang menyalurkan aspirasi itu ?

Kasus dugaan korupsi terjadi di Kabupaten Sragen pada tahun 2017 sampai 2019 lalu. Perkarana kini tengah diperiksa di Pengadilan Tipikor Semarang.

Supriyanto Spd MM bin Harjo Diyono (47), warga Dukuh Karas RT 09 RW 03 Desa Puro Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen. Tenaga Ahli Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dari PDI Perjuangan. Supriyanto juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kabupaten Sragen Supriyanto (47) Kamis 6 Februari 2020.

Mantan Staf Ahli Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Terjerat Korupsi Aspirasi Bantuan Jonder

Supriyanto Spd MM bin Harjo Diyono (47).

Supriyanto tak sendiri. Bersama dengan, Agus Tiyono Bin Parno, Supriyanto didakwa korupsi bersama-sama. Agus Triyono bekerja sebagai Pamong Tani Desa (PTD) diangkat berdasarkan Surat Keputusan Camat Gesi Nomor : 141 / 25 / 52 / 2002, tanggal 10 Agustus 2002. Selanjutnya terdapat perubahan susunan perangkat desa yakni untuk jabatan Jogoboyo dan Modin dihapus dan saat itu ada mutasi jabatan perangkat desa. Agus dialih tugaskan menjadi Kaur Perencanaan.

Sesuai dakwaan jaksa, Supriyanto merupakan Tenaga Ahli Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Ia mempunyai tugas diantaranya mendampingi anggota DPR dalam melaksanakan kunjungan kerja dan menghimpun aspirasi masyarakat.

“Kasus terjadi pada kurun waktu antara tanggal 16 Maret 2017 sampai dengan tanggal 12 Desember 2019 di Desa Tanggan Kecamatan Gesi Kabupaten Sragen,” ungkap Suhardi,

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Kabupaten Sragn dalam surat dakwaannya.
Selaku penyelenggara negara yakni seorang Tenaga Ahli Anggota DPR RI. Pasalnya, dalam kapasitasnya itu ia mendapat tunjangan dari keuangan negara.

Secara menguntungkan diri sendiri atau orang lain, ia didakwa korupsi. Modusnya, Supriyanto meminta dan menerima uang tebusan dari beberapa kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Sragen yang menerima bantuan traktor roda 4 atau Jonder.

Penerimaan secara langsung melalui transfer dari beberapa Poktan/ orang yang mewakilinya maupun melalui saksi Agus Tiyono (dilakukan pemeriksaan secara terpisah). Totalnya nilai tebusan sebesar Rp 122 juta.

Perbuatan Supriyanto dilakukan dengan cara menghubungi Agus Tiyono yang menyampaikan mengenai adanya bantuan traktor roda 4 atau Jonder. Ia juga menyampaikan adanya permintaan uang tebusan terhadap bantuan tersebut.

Atas hal itu, Agus Tiyono menghubungi ketua maupun anggota atau orang lain yang mewakili kelompok-kelompok tani di Kabupaten Sragen yang ingin diberikan bantuan traktor. Syaratnya harus memberikan uang tebusan dengan nilai bervariatif.

Padahal seharusnya pemberian bantuan traktor tersebut diberikan secara gratis/biayanya dibebankan pada APBN berdasarkan Surat dari Kementrian Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana Dan Sarana Pertanian Nomor : B-1606/SR.420/B.6/07/2017, Perihal Bantuan Alat dan Mesin Pertanian TA. 2017, tanggal 20 Juli 2017.

Serta Surat dari Kementrian Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana Dan Sarana Pertanian Nomor : B-305/SR.430/B/05/2018, Perihal Pengelolaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Bantuan Pemerintah, tanggal 18 Mei 2018.

Supriyanto, Tenaga Ahli Anggota DPR RI diangkat berdasarkan Keputusan Sekretaris Jenderal DPR RI Nomor 1089/Sekjen/T.A.A/2015 tentang penetapan tenaga ahli anggota DPR RI Nomor A-174 Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Penetapannya di Jakarta tertanggal 10 April 2015. Untuk masa kerja tenaga ahli tersebut adalah selama 1 periode keanggotaan DPR RI. Tahun 2014 sampai dengan 2019 dan untuk pekerjaan sebagai tenaga ahli DPR RI. Ia mendapatkan gaji atau upah dari keuangan negara atau daerah.

Kasus bermula, awalnya dalam beberapa acara pertemuan atau sosialisasi antara anggota DPR RI dengan masyarakat di wilayah Kabupaten Sragen. Ia selalu menginformasikan apabila ada masyarakat/kelompok tani di wilayah Kabupaten Sragen memerlukan bantuan alat-alat pertanian agar menghubungi dirinya. Kepadanya, ia menyebut selaku Tenaga Ahli Anggota DPR RI wilayah Kabupaten Sragen.

Supriyanto juga menghubungi Agus Tiyono melalui telepon perihal itu. “Pak, Agus nanti kalo ada kelompok tani yang membutuhkan traktor roda 4 ini ada bantuan dari aspirasi berupa traktor roda 4. Untuk bisa mendapatkan bantuan tersebut ada biaya tebusannya” kata dia.

Agus Tiyono lalu menjawab. “Ya pak, nanti kalau ada kelompok tani yang membutuhkan saya kabari bapak lagi pak,” kata Agus.

“Iya pak, nanti kalau ada yang membutuhkan agar kirim nama kelompok serta pengurus kelompok dan harus ada uang muka (DP) sebesar Rp 5 juta,” kata Supriyanto.

Agus Tiyono lalu menghubungi ketua maupun anggota atau orang lain yang mewakili kelompok-kelompok tani di Kabupaten Sragen.

1) Kelompok tani (Poktan) Tani Temen, saksi Sulimin (ketua kelompok)
2) Kelompok tani (Poktan) Sido Luhur, saksi Sauji (bendahara kelompok)
3) Kelompok tani (Poktan) Tani Raharjo, saksi Tutik Handayani (bendahara kelompok)
4) Kelompok tani (Poktan) Tani Mulyo, saksi Sutarno (ketua kelompok)
5) Kelompok tani (Poktan) Tani Makmur saksi Tri Sunardi dan Pariyo (ketua kelompok)
6) Kelompok tani (Poktan) Tani Maju, saksi Warsito als. Ronggo (bendahara kelompok)
7) Kelompok tani (Poktan) Sedyo Mulyo, saksi Tugimin alias Jantil (ketua kelompok)

Awalnya Supriyanto pernah menyampaikan kepada Agus Tiyono, bahwa besaran uang tebusan Poktan Tani Temen, Tani Raharjo dan Tani Makmur, Tani Maju dimintai biaya tebusan masing – masing Rp 10 juta. Sedangkan untuk Poktan Sido Luhur sebesar Rp 15 juta dan Poktan Tani Mulyo sebesar Rp 17,5 juta. Namun oleh Agus Tiyono justru meminta uang tebusan kepada masing-masing Poktan lebih.

1) Poktan Tani Temen, Rp 15 juta.
2) Poktan Sido Luhur, Rp 20 juta.
3) Poktan Tani Raharjo, Rp 15 juta.
4) Poktan Tani Mulyo, Rp 25 juta.
5) Poktan Tani Makmur, Rp 15 juta.
6) Poktan Tani Maju, Rp 15 juta.
7) Poktan Sedyo Mulyo, Rp 13 juta.

Agus Tiyono lalu menyampaikan nama-nama Poktan yang bersedia memberikan tebusan untuk bantuan traktor kepada Supriyanto . Beberapa nama Poktan itu diusulkan sebagai calon penerima bantuan alat mesin pertanian kepada Sudaryo, SE, M.Si (selaku

Kepala Seksi Alat Mesin Pertanian /Alsintan) di Dinas Pertanian Kabupaten Sragen.
Supriyanto menemui Sudaryo di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sragen.

“Pak, saya mengajukan permohonan bantuan alsintan untuk Poktan jalur aspirasi (sambil menyodorkan lembaran kertas yang berisi beberapa daftar nama Poktan calon penerima bantuan)” kata Supriyanyo.

Sudaryo menjawab.” Iya Pak, nanti saya verifikasi dulu” kata dia.

Usai menerima usulan tersebut kemudian Sudaryo memverifikasi terhadap beberapa poktan yang diajukan oleh Supriyanto.

Berdasar Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sragen Nomor:502/22-17/2017 tentang Penetapan Calon Penerima/Calon Lokasi (CP-CL) Poktan/Gapoktan/UPJA Penerima Bantuan Traktor Roda 4 Kegiatan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian APBN TA. 2017, tanggal 15 Februari 2017 dalam Lampirannya menyebutkan. Poktan Sido Luhur Desa Srawung Kecamatan Gesi Kabupaten Sragen sebagai Calon Penerima Traktor Roda 4 (Kubota).

Berdasar Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sragen Nomor:520/69-20/2017 tentang Penetapan Calon Penerima/Calon Lokasi (CP-CL) Poktan/Gapoktan/UPJA Penerima Bantuan Traktor Roda 4 Kegiatan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian APBN TA. 2017, tanggal 14 Agustus 2017 dalam Lampirannya menyebutkan :

  • Poktan Tani Temen Desa Tanggan Kecamatan Gesi Kabupaten Sragen sebagai Calon Penerima Traktor Roda 4 (Yanmar tractor R-4).
  • Poktan Tani Maju Desa Denanyar Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen sebagai Calon Penerima Traktor Roda 4 (Yanmar tractor R-4).
  • Poktan Tani Makmur Desa Blangu Kecamatan Gesi Kabupaten Sragen sebagai Calon Penerima Traktor Roda 4 (Yanmar tractor R-4).
  • Poktan Tani Raharjo Desa Srawung Kecamatan Gesi Kabupaten Sragen sebagai Calon Penerima Traktor Roda 4 (Yanmar tractor R-4).
  • Poktan Sedyo Mulyo Desa Jekani Kecamatan Mondokan Kabupaten Sragen sebagai Calon Penerima Traktor Roda 4 (Yanmar tractor R-4)

Berdasar Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sragen Nomor:520/60/20/2018 tentang Penetapan Calon Penerima/Calon Lokasi (CP-CL) Poktan/Gapoktan/UPJA Penerima Bantuan Traktor Roda 4 Kegiatan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian APBN TA. 2018, tanggal 3 Agustus 2018 dalam Lampirannya menyebutkan. Poktan Tani Mulyo Desa Pilangsari Kecamatan Gesi Kabupaten Sragen sebagai Calon Penerima Traktor Roda 4 (Disflow Rotari).

Usai ditindaklanjuti terhadap Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sragen tentang Penetapan Calon Penerima/Calon Lokasi (CP-CL) Poktan/Gapoktan/UPJA Penerima Bantuan Traktor Roda 4 Kegiatan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian APBN TA. 2017 dan 2018. Diberikanlah bantuan traktor roda 4 (empat)/Jonder kepada 7 (tujuh) Poktan yang ada di Kabupaten Sragen dan diserahterimakan.

Bahwa yang menjadi dasar hukum dalam penyaluran bantuan alat mesin pertanian yang disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Sragen adalah pedoman pelaksanaan pengadaan dan penyaluran bantuan alat da mesin pertanian yang di keluarkan Direktorat Jenderal Prasarana Dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian. Dan hasil verifikasi yang kemudian di sampaikan ke pemerintah pusat, dan sebagaimana yang telah di atur terdapat penjelasan bahwa.

Kriteria lokasi untuk kegiatan bantuan alsintan untuk pengadaan di pusat maupun di provinsi mempertimbangkan beberapa hal.

Pertama, diprioritaskan pada daerah sentra produksi tanaman pangan dan hortikultura. Kedua, mempertimbangkan kondisi lokal spesifik yang secara teknis memenuhi persyaratan untuk operasional alat dan mesin pertanian.

Tiga, mempertimbangkan tingkat kejenuhan alsin dan memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung program peningkatan produksi pertanian

Kriteria penerima bantuan alat mesin pertanian diatur jelas di dalam pedoman pelaksanaan pengadaan dan penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian yang di keluarkan Direktorat Jenderal Prasarana Dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian. Penerima bantuan Alsintan dibedakan menjadi dua kategori.

  • Masyarakat : adalah Kelompok Tani / Gapoktan / UPJA / masyarakat tani lainnya, dengan persyaratan. Kelompok Tani / Gapoktan / UPJA / masyarakat tani lainnya yang dinyatakan layak setelah diverifikasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten / Kota setempat.
  • Kelompok Tani / Gapoktan / UPJA / masyarakat tani lainnya dapat menerima bantuan lebih dari 1 unit untuk jenis alsintan yang berbeda.
  • Bersedia mengikuti semua kewajiban yang diberikan dan bertanggung jawab dalam operasional alsintan.
  • Bersedia memanfaatkan dan mengelola alat dan mesin pertanian sesuai kapasitas kerja alat untuk mendukung upaya peningkatan produksi pertanian oleh Kelompok Tani / Gapoktan / UPJA / masyarakat tani lainnya maupun dalam mendukung brigade alsintan

Seharusnya pemberian bantuan traktor roda 4 (empat)/Jonder tersebut diberikan secara gratis/biayanya dibebankan pada APBN. Dari permintaan uang tebusan terhadap pemberian bantuan traktor roda 4 oleh Agus Tiyono kemudian ada yang diserahkan kepada Supriyanto.

Terhadap uang tebusan yang diberikan kepada Supriyant0, salah seorang Tenaga Ahli Anggota DPR, sehingga ia dipercaya dapat membantu kelompok-kelompok tani untuk mendapatkan bantuan traktor roda 4 (empat)/Jonder. Apalagi, ia pernah menyampaikan apabila tidak mau membayar uang tebusan maka bantuan akan di alihkan kepada kelompok tani lain yang bersedia memberikan uang tebusan.

Tenaga Ahli Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Tabel 1

Atas adanya permintaan uang tebusan terhadap bantuan traktor roda 4 yang telah diterima beberapa Poktan di Kabupaten Sragen, telah menguntungkan Supriyanto dan Agus Tiyono (dilakukan pemeriksaan secara terpisah) atau orang lainnya. Total nilai kurang lebih sejumlah Rp 122 juta.

Sesuai dakwaan, pertama Supriyanto dan Agus Triyono dijerat Pasal 12e UURI. No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1. Atau kedua, Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP. (far)

Identitas Terdakwa :
Nama : Supriyanto Spd MM Bin Harjo Diyono
Tempat lahir : Sragen.
Umur/Tanggal lahir : 47 Tahun / 1 Juli 1972
Tempat tinggal : Dukuh Karas Rt/Rw.,009/003 Desa Puro Kecamatan Karangmalang
Pekerjaan : Petani/Pekebun (Tenaga Ahli Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia)
Penahanan :
• Tidak dilakukan penahanan oleh Penyidik Polres Sragen.
• Ditahan oleh Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sragen pada 6 Februari 2020 dan kini diperpanjang pengadilan.

Nama : Agus Tiyono bin Parno
Umur/Tanggal lahir : 49 Tahun / 14 Desember 1970
Tempat tinggal : Dukuh Gilan Rt/Rw.,011/003 Desa Tanggan Kecamatan Gesi Kabupaten Sragen
Pekerjaan : Perangkat Desa (Kaur Perencanaan)
Pendidikan : SLTA
• Tidak dilakukan penahanan oleh Penyidik Polres Sragen.
• Ditahan oleh Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sragen sejak 6 Februari 2020 dan diperpanjangan penahanan pengadilan.

Sumber : Surat Dakwaan.