Semarang – Polrestabes Semarang beserta Polsek jajaran melaksanakan operasi razia di sejumlah tempat kos-kosan di Kota Semarang. Di kawasan Gayamsari dan Wonodri operasi menyasarn ke kos D’Paragon Wonodri.
Di kos harian dan bulanan dengan 23 kamar, enam orang dites urine. Keenamnya masing-masing lima orang wanita dan seorang laki-laki.
Kompol Budiman Gultom menjelaskan, razia digelar menindaklanjuti perintah Kapolrestabes. Target operasi adalah gadis pemandu lagu yang tinggal di beberapa kos eksklusif.
“Hasilnya ada satu yang positif setelah dites urine penghuni kamar kos nomor 11,” terangnya.
Wanita tersebut bernama Rizka Rosalia (25) warga Pekalongan. Wanita itu disebut baru saja lulus dari salah satu perguruan tinggi swasta di Semarang.
“Dia positif menggunakan narkotika. Namun saat digeledah di kamarnya tidak ditemukan barang bukti narkotika,” tandasnya.
Razia juga digelar Polsek Mijen dipimpin langsung Wakapolsek Mijen, AKP Sularno dengan sasaran penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan obat-obatan berbahaya.
Operasi terdiri 20 anggota gabungan piket fungsi Polsek Mijen digelar di daerah Kelurahan Bubakan, Kelurahan Tambangan, dan Kelurahan Cangkiran. Dalam razianya, petugas mengecek masing-masing penghuni kamar kos dan menanyakan kartu identitas.
“Dalam razia, Selaa (16/10) lalu, petugas juga melaksanakan tes urine menggunakan tool kits serta mengecek barang-barang di dalam kamar kos,” jelas Wakapolsek Mijen, AKP Sularno, kemarin.
Dalam kesempatan itu, petugas juga melakukan pembinaan dan penyuluhan terhadap penghuni kos tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Serta melakukan penggalangan terhadap penghuni kos agar melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan penghuni kos yang dicurigai menyalahgunakan narkoba.
Terpisah, razia dipimpin Kapolsek Candisari Iptu Teguh Prasetyo bersama 20 personil anggota ke sejumlah tempat kos-kosan di Jalan Ungaran Timur Raya No.47 Rt.04 Rw.01 Candisari Kota Semarang.
Di tempat kos-kosan, petugas Polsek Candisari memeriksa sedikitnya 7 orang penghuni kos dengan cara melaksanakan tes urine. Setelah melaksanakan tes urine dan dinyatakan negatif dari narkoba, petugas juga melakukan pembinaan.
“Operasi ini merupakan perintah langsung dari pimpinan untuk mengantisipasi penyalahgunaan pengggunaan narkoba khususnya di Kota Semarang atau diwilayah hukum Polrestabes Semarang, jelas Kapolsek Candisari.
Iptu Teguh Prasetyo mengimbau kepada penghuni kos agar jelang Pileg dan Pilpres 2019 untuk bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah percaya dengan berita hoax. Warga diminta mendukung jalannya Pileg dan Pilpres 2019 yang aman dan damai.














