Saat ini, si anak belum berani untuk bisa berhadapan langsung dengan banyak orang. Kondisi psikologisnya masih dalam pemulihan, setelah mengalami masa-masa buruk yang dialaminya.
Jangankan untuk bertemu banyak orang, untuk kembali ke kampung halamanya saja ia tidak berani, karena di sana ia merasa masa kelamnya itu terjadi.
“Sepertinya kita belum dapat menyekolahkan si anak di tempat terbuka dan keramaian seperti itu. Karena yang kita takutkan kondisi psikologisnya kembali drop. Lalu sianak juga tidak ingin kembali kekampung tempat tinggalnya itu. jadi kita memahami itu, dan sementara kita menunggu sampai kondisi si anak benar-benar pulih. Dan ia sanggup untuk dapat kembali di kehidupannya yang baru,” ujarnya.















