Diantaranya atas biaya perawatannya di RS Siloam Jakarta. Dari jumlah itu, Siti telah mengembalikan Rp 85,2 juta.
Walikota Tegal periode 2014-2018 dalam fungsinya selaku eksekutif. Pada November 2013, Siti berpasangan dengan Nur Sholeh, terpilih dan pada Maret 2014 dilantik. Usai dilantik Amir yang sejak menjadi ketua tim pemenangan masih membantu sebagai walikota.
Sejak awal, Amir ditugasi menghubungkan ke kontraktor dan pegawai. Dalam sejumlah pertemuan formil dan non formil, Amir kerap dikenalkan Siti sebagai representasinya.
Terdakwa (Siti Masitha) juga beberapa kali melibatkan Amir Mirza dalam pembahasan anggaran bersama OPD.
Memperkuat rencana pencalonan Siti-Amir, keduanya mengangkat Cahyo Supriyadi sebagai Wadir di RSUD. Cahyo juga ditunjuk selaku kploordinatot tim Landak (timses).
Konsekuensinya, sebagai bentuk loyalitas, Siti Masitha baik lewat Amir Mirza, Sri Murni. Toyalnya sekitar Rp 2,936 miliar atas JP dan proyek Alkes 2017.
Pada Februari 2016, saat Siti Masitha dilantik menjadi Ketua PMI Tegal, Amir dikenalkan dengan Sadat Fariz dan mengaku orang dekat walikota serta dapat mencarikan proyek. Sadat lalu beberapa kali meminta bantuan Amir mencarikan proyek dan memberikan fee Rp 4,1 miliar, atas bantuan Amir Mirza, Sadat Fariz mendapat proyek di 2016 dan 2017. Atas pengangkatan Sugiyanto sebagai Kadis PUPR, Siti menerima suap lewat Amir Rp 65 juta.
Dari seluruh penerimaan suap Rp 7,1 miliar, Siti Masitha dinilai menikmati aekitar Rp 500 an juta. Siti membantah menikmati itu dan mengaku hanya menikmati Rp 85 juta atas biaya rawat inap di RS Siloam Jakarta (sudah dikembalikan). Serta Rp 90 an juta yang diterimanya sebagai hutang dari Cahyo, jaksa mengabaikannya.
Sementara sisa suap dinilai jaksa dinikmati Amir Mirza. Dari jumlah itu, saat penyidikan Amir telah mengembalikan sekitar Rp 1,3 miliar, diluar sejumlah aset yang disita.
Untuk kepentingan pribadi Siti, Amir atau bersama-sama, uang suap itu digunakan untuk kampanye Pilkada.
Diantaranya, biaya sosialisasi politik, termasuk dukungan Parpol yang dikoordinir Amir. Termasuk biaya pendekatan ke parpol Hanura Rp 245 juta, biaya formulir Golkar Tegal Rp 100 juta.edi















