“Komisi etik di sana kalau memang terjadi sesuatu nanti, misalnya ternyata negatif (bermasalah, Red) akan sampai ke Senat Akademik Undip. Di senat akademik ada 71 orang, dan hampir separuhnya adalah guru besar,” katanya lagi.
Ia juga tidak memberikan target waktu terhadap proses investigasi yang dilakukan tim FK Undip atas persoalan itu, sebab yang dipentingkan adalah esensi, bukan waktu, dan jangan sampai nantinya keadilan malah dikalahkan oleh waktu.
“Kalau terburu-buru, tidak teliti, tidak cermat, malah nanti memunculkan hal baru, misalnya bisa jadi masalah hukum. Ya, makanya kami nunggu saja hasilnya dari FK Undip bagaimana. Kalau hasilnya negatif, senat mau mengundang, ya, silakan,” katanya.
Yang jelas, Yos memastikan Undip secara institusi sudah biasa menghadapi persoalan seperti itu, termasuk dugaan plagiarisme, seraya memastikan tim investigasi tidak terpengaruh posisi Puguh sebagai Ketua Departemen Kulit FK Undip.
“Jangankan kepala program studi. Wakil dekan, dekan, diperiksa, enggak ada masalah. Guru besar diperiksa, ya, diperiksa. Kami sudah terbiasa. Kalau misalnya ada pembinaan, ya, pembinaan. Kalau sanksi, ya, sanksi,” katanya lagi. edi















