Untuk mempercepat penanganan dan mengurangi dampak genangan, Pemkot Semarang telah menerapkan langkah-langkah.
Antara lain dengan menambahkan mobile pump di beberapa titik seperti rumah pompa Tenggang sebanyak 1 unit pompa milik BPBD, di belakang Terminal Terboyo sebanyak 1 unit pompa milik DPU, kemudian Kudu sebanyak 1 pompa milik BPBD, Gebanganom sebanyak 2 unit pompa dari DPU.
“Selanjutnya, di wilayah Padi Raya sejumlah 1 mobile pump milik DPU, di Muktiharjo Kidul sejumlah 1 unit mobile pump milik DPU serta penambahan pompa portable sebanyak 6 pompa di sepanjang Kaligawe Raya,” terang Mbak Ita, sapaannya.
Pembuatan tanggul darurat menggunakan sandbag juga dilakukan guna menutup jebolan Kali Plumbon. Pemasangan sandbag di Jalan Kaligawe Raya pun dilakukan guna menahan limpasan Kali Tenggang.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkot Semarang juga melakukan pengerukan sedimen serta pembersihan sampah dan enceng gondok. Ponton dari Kali Semarang juga digunakan untuk mempercepat pembersihan di Kali Tenggang.
Tak hanya yang bersifat jangka pendek, sebagai langkah strategis jangka panjang, Pemkot Semarang bersama BBWS Pemali Juana tahun ini mulai melakukan normalisasi Kali Tenggang dan Kali Sringin melalui program National Urban Flood Resilience Project (NUFReD).
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas tampung sungai sehingga air dapat mengalir lebih cepat dan risiko genangan dapat ditekan secara signifikan.
Proyek ini tetap berjalan meskipun terdapat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang membatasi beberapa proyek infrastruktur.
Saat ini, proses lelang telah selesai dan hanya menunggu persetujuan kontrak dari Kementerian sebelum bisa segera dieksekusi.
“Kami berharap persetujuan kontrak dapat segera diterbitkan agar proyek ini bisa dimulai sesegera mungkin. Normalisasi Kali Tenggang dan Sringin sangat penting untuk mengurangi risiko banjir di Kota Semarang,” ujar Mbak Ita.
Melalui kolaborasi ini, Pemkot Semarang dan BBWS Pemali Juana berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam menangani banjir dan meningkatkan ketahanan kota terhadap bencana hidrometeorologi.
Masyarakat diharapkan juga dapat tetap bersabar dan mendukung upaya pemerintah guna mewujudkan Semarang yang lebih tangguh dan bebas dari banjir. []











