Terlibat Tawuran, Polsek Genuk Ciduk 6 Pelajar SMP Semarang

oleh
Petugas Polsek Genuk Amankan 6 Remaja SMP yang Tawuran. (Foto: Mh)

Semarang – INFOPlus. Petugas Polsek Genuk berhasil mengamankan enam remaja yang masih berstatus pelajar SMP karena terlibat tawuran di Jalan Perum Bumi Bangetayu, kecamatan Genuk, kota semarang.

Aksi tawuran tersebut viral di media sosial, dimana terlihat dari rekaman CCTV ada salah satu pelajar yang terjatuh karena dihantam oleh gesper lalu dihampiri oleh lawannya kemudian kembali dipukuli.

Kapolsek Genuk, Kompol Ris Andrian menjelaskan aksi tawuran itu terungkap setelah ada salah satu warga yang melaporkan adanya tawuran lewat aplikasi Libas (polisi hebat semarang).

INFO lain :  Model Truk Paling Laris. Pasar Sampai Sumatera

“Mendapat informasi dari warga melalui aplikasi Libas, kemudian langsung menuju ke lokasi kejadian untuk penyelidikan,” ujar Kapolsek usai memberi bimbingan pelajar yang tawuran, Selasa (5/12).

Lanjutnya, sejumlah pelajar yang terlibat aksi tawuran berhasil diamankan tak lama adanya laporan. Sedangkan pelajar lainnya termasuk korban yang terkapar juga masih dalam pencarian.

Keenam remaja tersebut masing-masing berinisial A-S (14), R-H (15), A-N (15), M-Z (16), J-A (16) dan G-F (16). Mereka merupakan kelompok tongkrongan.

INFO lain :  Kita Pemuda, Ajang Pencarian Pemuda Hebat Kota Semarang

“Sementara ada enam yang kita amankan dan dari satu sisi kami kembangkan sisi lain untuk memastikan ada korban,” paparnya.

Ris menerangkang setelah dilakukan penyidikan yang telah dilakukan, aksi itu dilatarbelakangi para pelajar saling tantang melalui sosial media. Kemudian mereka menentukan waktu dan lokasi untuk berkelahi.

“Saling menantang menjadi karakteristik akhirnya salah satu pihak mendatangi satu pihak lainnya,” ujarnya.

Saat ini, para pelajar sedang dilakukan pembinaan serta diminta untuk menuliskan surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi. Para pelajar yang diamankan juga diwajibkan untuk wajib lapor selama dua pekan.

INFO lain :  Walikota Semarang: Pengetatan PKM Belum Efektif Turunkan Kasus COVID-19

“Seperti hari ini kami lakukan pembinaan kami wajib lapor selama dua minggu kita lihat situasi perkembangan yang ada,” tandasnya.

Sementara, salah satu pelajar MZ mengaku kelompoknya ditantang terlebih dahulu lewat pesan di medsos.

“Nantang R gitu artinya Ready untuk bertengkar terus sini ndak mau terus tetap di R R, terus disamperin kita keluar terus terjadi tawuran disitu. Dari sana pun kita gak saling kenal,” kata MZ. (Mh/Mw)