
SEMARANG – Literasi tidak lagi dimaknai sebatas aktivitas membaca buku di ruang perpustakaan. Semangat tersebut diwujudkan oleh Perpustakaan Ankawijaya SMA Negeri 1 Semarang melalui kegiatan “Literasi Peduli Lingkungan” dengan menanam pohon Mangga Kyoujai dan berbagai jenis bunga di lingkungan perpustakaan, Rabu (15/04).
Kegiatan ini dihadiri Kepala SMAN 1 Semarang Noor Taufiq Saleh, M.Pd., jajaran wakil kepala sekolah, Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Perpustakaan Ankawijaya, serta guru dan siswa yang tergabung dalam Duta Literasi (DURASI).
Prosesi penanaman berlangsung dengan suasana kebersamaan. Kepala sekolah bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana secara simbolis menanam bibit Mangga Kyoujai pertama. Penanaman dilanjutkan oleh Kasubag TU bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Sementara itu, siswa DURASI turut memperindah taman dengan menanam bunga krokot dan bunga dwarf.
Kepala SMAN 1 Semarang Noor Taufiq Saleh menegaskan bahwa literasi memiliki makna yang semakin luas, termasuk dalam bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
“Sebuah gerakan literasi tidak selalu harus dengan buku dan membaca buku. Penanaman pohon merupakan bentuk implementasi atas sebuah proses literasi,” ujar Noor Taufiq dalam sambutannya.
Senada dengan itu, Kepala Perpustakaan Ankawijaya, Riswanto, S.S., menilai kegiatan tersebut mengandung makna mendalam meski terlihat sederhana.
“Kegiatan ini merupakan gerakan kecil sebagai bentuk literasi kepedulian lingkungan yang bersifat kompleks,” jelasnya.
Ketua Duta Literasi SMAN 1 Semarang Areta Putri Jiroca yang merupakan Siswa Kelas XI-4 juga menyambut positif kegiatan ini. Ia menilai keterlibatan siswa dalam menjaga lingkungan menjadi indikator keberhasilan pendidikan karakter di sekolah.
“Ini merupakan kepedulian yang selayaknya dilakukan oleh seluruh murid. Partisipasi ini adalah bentuk keberhasilan pembentukan karakter dan ketercapaian pembelajaran yang dilaksanakan oleh sekolah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Perpustakaan Ankawijaya menegaskan perannya tidak hanya sebagai pusat literasi baca tulis, tetapi juga sebagai ruang penguatan karakter dan kepedulian sosial bagi seluruh warga sekolah.
















