Selama Januari 2020 Sudah Terjadi 17 Bencana Alam

oleh
oleh

UNGARAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang menyiapkan empat alat early warning system (EWS) untuk memantau pergerakan tanah di wilayah berpotensi terjadinya tanah longsor.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Heru Subroto mengatakan rencananya alat akan dipasang di kecamatan rawan longsor seperti Sumowono, Jambu, dan Pabelan.

“Diharapkan alat itu dapat membantu mengantisipasi dan mengurangi dampak kerugian karena tanah longsor memasuki musim penghujan saat ini,” katanya, Jumat (17/1).

INFO lain :  Kredit Fiktif di KSU Mitra Jaya Abadi, ASN Ditahan Atas Pemalsuan Surat Keterangan Waris

Menurut Heru, selain penyiapan alat dan personel pihaknya juga melakukan mitigasi kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat sadar akan potensi dan bahaya bencana alam serta mampu menanggulanginya.

“Sehingga akan dapat mengurangi kemungkinan korban jiwa maupun harta benda. Sampai dengan saat ini telah ada pembinaan kepada enam desa rawan bencanan menjadi tangguh bencana,” tegasnya.

INFO lain :  Usai Rampok Indomaret, Afidian Ditembak Polisi

Data di BPBD, sejak awal tahun 2020 sampai dengan pertengahan Januari ini telah terjadi 17 kejadian bencana alam. Sedangkan pada tahun 2019 lalu tercatat 381 bencana alam dengan kerugian 98 rumah rusak dan satu korban jiwa.

INFO lain :  Tempat Wisata Masih Tutup Sampai 17 Januari

Bupati Semarang Mundjirin meminta para Camat untuk stand by di rumah dinas selama musim penghujan ini. Dengan begitu, perangkat desa maupun kecamatan dapat langsung berkoordinasi guna mengatasi keadaan saat terjadi bencana alam.

“Lakukan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk menanggulangi bencana alam yang terjadi. Karenanya harus selalu siaga di rumah dinas,” tegasnya.(mht)