SEMARANG – Usai diresmikan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pada awal Januari lalu, Pandanaran Skybridge akhirnya sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara umum.
Setelah sempat ditutup untuk persiapan manajerial guna menjaga keamanan dan ketertiban, jembatan yang menghubungkan Gedung Parkir Pandanaran Kota Semarang dengan pusat oleh-oleh Pandanaran itu kini dibuka sampai malam.
Hanya saja, saat malam pada jam-jam sepi aktifitas, Pandanaran Skybridge akan kembali ditutup. Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya aktifitas yang tidak sesuai di sepanjangan Skybridge.
Analis Bangunan Gedung dan Permukiman pada Dinas Penataan Ruang Kota Semarang Antonius Hendro Sulistiyo mengatakan, kebijakan tersebut diberlakukan karena beberapa waktu lalu sempat ada tuna wisma yang tidur di area Skybridge.
“Untuk itulah kita sempat memasang garis pembatas menutup Pandanaran Skybridge, sembari mempersiapkan personil penjagaan. Tapi kalau sekarang sudah dibuka, hanya saja waktu malam akan ditutup, agar kejadian tidak terulang,” katanya, Jumat (17/1).
Bahkan, menurutnya, beberapa waktu lalu ada warga yang melakukan foto pre-wedding di Skybridge. Kegiatan itu gratis alias tidak dipungut biaya.
Dibukanya Skybridge Pandanaran untuk dimanfaatkan secara umum termasuk fasilitas pendukung yang ada, yaitu 3 buah lift di dalam gedung parkir, 1 buah lift di ujung kawasan oleh-oleh Pandanaran, serta tangga melingkar yang berada di Skybridge.
“Pengunjung pun dapat memanfaatkan berbagai keunikan Skybridge untuk berfoto, seperti lampu warna-warni disepanjangnya, tiga kelokan Skybridge, balkon di tengah Skybridge, serta taman dan air mancur di bawahnya,” bebernya.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berpesan pada seluruh masyarakat untuk turut menjaga kondisi yang sudah baik tersebut, dengan tidak melakukan kegiatan yang menjurus vandalisme.
“Sudah dibangunkan bagus, tinggal masyarakat ikut menjaga kebersihannya. Jangan dicoret, jangan dirusak. Kalau bagus kita juga yang merasakan manfaatnya,” tandasnya. (mht)















