Bos Pabrik Obat Ilegal di Semarang Diadili. Bahan Dibeli dari Apotek dan RS Kariadi

oleh

“Untuk obat berbentuk tablet, dimasukkan dalam kemasan mika yang sudah dicetak Yakobus dengan mempergunakan mesin vacuum. Setelah mika jadi, obat yang dibuka tersebut dimasukkan ke mika atau ke aluminium foil oleh Muhammad Nur Yasin tanpa diukur. Oleh Rozikin, lalu diproses pengepresan dan dilanjutkan ke alat pon, yaitu membentuk mika sesuai yang merek yang diinginkan,” lanjutnya.

Brosur dan Kemasan Palsu

Mencontoh brosur asli, lalu dimasukkan ke dalam kemasan. Termasuk boks obatnya yang dipesan dari Surabaya. Usai dikemas di kotak (box) obat dengan ditambahkan brosur, lalu ditutup stiker (segel) dan dimasukkan lagi ke dalam kardus besar oleh Rozikin.

Selain merepacking, Alphons juga memanipulasi dari obat BPJS menjadi obat reguler. Caranya, stiker BPJS yang ada pada obat juga dilepas sehingga obat menjadi non BPJS/regular untuk obat jantung dengan merek concor.

Sementara dari pabrik di Puri Anjasmoro, lalu diangkut kerumah Alphons di perumahan Royal Family dan siap diedarkan dan dikirim ke Jakarta ke kantor PT JKI. Atas perintahnya, obat distribusikan ke apotik-apotik diantaranya Apotik Yobel dan Shefi di Semanan, K24 di Pesanggrahan, Hidup Sehat di Green Garden, Prima Sehat di Tangerang Selatan, Tirta Sari di Binong.

Pembayarannya dilakukan dengan jangka waktu sesuai kesepakatan sales dengan apotek lewat transfer ke rekening Alphons pada bank BCA di nomor rekening 0094855655.

INFO lain :  Pasar Johar Mulai Beroperasi Juli 2021

Dalam sehari, Alphons dapat memproduksi sekitar 20 box sampai dengan 50 box atau sekitar 600 butir sampai dengan 1.500 butir kapsul maupun taplet. Sementara, Alphons hanya membayar upah pada pekeranya di Perum Puri Ajasmoro Blok O 2 sebesar Rp 1,5 juta per orang. Terkadang Alphons memberikan bonus per box antara Rp 2.500 sampai Rp 5.000 per pekerja.

Jual Beli Obat di RS Kariadi

  • Obat-obat yang pernah Alphons produksi dengan cara mengemas ulang (repacking) adalah:
    1. Nichomicin 500 mg (generic) Produsen Nicholas yang dibeli dengan harga sekitar Rp 120 ribu per box, diubah menjadi produk Lincocyn 500 mg Produsen Phyzer dan dijual seharga Rp 160 ribu per box
    2. Albiotin 150 mg (generik) produsen Kalbe seharga sekitar Rp 65.000 per box, diubah menjadi Dalacin 150 mg Produsen Phyzer, dan dijual seharga Rp 90.000 per box
    3. Albiotin 300 mg (generik) produsen Kalbe dirubah menjadi Dalacin 300 mg Produsen Phyzer, dan dijual seharga Rp 150 ribu per box.
    4. Atorvasatin 10 mg (generik) produsen Fahrenheit seharga sekitar Rp 120 ribu per box diubah menjadi Atofar 10 mg Produsen Fahrenheit, dan dijual seharga Rp 180 ribu per box.
    5. Atorvasatin 20 mg (generic) produsen Fahrenheit dirubah menjadi Atofar 20 mg Produsen Fahrenheit
    6. Atorvasatin 40 mg (generic) produsen Fahrenheit dirubah menjadi Atofar 40 mg Produsen Fahrenheit
    7. Cefixime 100 mg (generik) produsen Novell seharga sekitar Rp 80 ribu per box, diubah menjadi Cefspan 100 mg Produsen Kalbe, dan dijual seharga Rp 130 ribu per box.
    8. Cefixime 200 mg (generic) produsen Kalbe dirubah menjadi Cefspan 200 mg Produsen Kalbe
    9. Cefixime 100 mg (generik) produsen Novel dirubah menjadi Cefila 100 mg Produsen Lapi, dan dijual seharga Rp 150 ribu per box.
    10. Cefixime 100 mg (generik) produsen Novel dirubah menjadi Ceptik 100 mg Produsen Interbat, dan dijual seharga Rp 150 ribu per box.
    11. Cefixime 100 mg (generic) produsen Novel dirubah menjadi Ceptik 100 mg Produsen Interbat.
    12. Lanzoprazole 30 mg (generik) produsen Indofarma dibeli seharga sekitar Rp 25 ribu per box, diubah menjadi Lancid 30 mg produsen Kalbe, dan dijual seharga Rp 90 per box.
    13. Lanzoprazole 30 mg (generik) produsen Indofarma yang dibeli seharga Rp 25 ribu per box dan diubah menjadi Laz 30 mg produsen Dexamedica, dijual seharga Rp 100 per box.
    14. Fluconazole 150 mg (generic) produsen kimia farma dirubah menjadi Diflucan 150 mg produsen phyzer
    15. Pregabalin 75 mg (generic) produsen indofarma dirubah menjadi Lirica 75 mg produsen phyzer
    16. Pregabalin 150 mg (generic) produsen indofarma dirubah menjadi Lirica 150 mg produsen phyzer
    17. Pregabalin 75 mg (generic) produsen indofarma dirubah menjadi Profelin 75 mg produsen kalbe
    18. Pregabalin 150 mg (generic) produsen indofarma dirubah menjadi Profelin 150 mg produsen kalbe
    19. Acetylcysteine 200 mg (generic) produsen novell dirubah menjadi Flumucil 200 mg produsen Zambon
    20. Thiampenical 500 mg (generik) produsen Kalbe yang dibeli seharga sekitar Rp 70 ribu per box, diubah menjadi Thiamicin 500 mg produsen Interbat, dan dijual seharga Rp 130 ribu per box.
    21. Clopidogrel 75 mg (generic) produsen Fahrenheit dirubah menjadi Pladogrel 75 mg produsen Fahrenheit
    22. Lanzoprazole 30 mg (generic) produsen Indofarma dirubah menjadi Prazotec 30 mg produsen Fahrenheit
    23. Phenytoin 0,1 mg (generik) produsen indofarma yang dibeli seharga sekitar Rp 80 ribu per box, diubah menjadi Dilantin 0,1 mg produsen Phyzer, dan dijual seharga Rp 170 ribu per box.
    24. Viagra botol dirubah menjadi kemasan viagra kaplet, terakhir Alphons melakukan pada tahun 2017, dan dijual seharga Rp 120 ribu per tablet.
    25. Concor yang dibeli dari karyawan rumah sakit Karyadi Semarang seharga sekitar Rp 125 ribu per box. Dijual seharga Rp 170 ribu per box.
INFO lain :  Pemalsuan STNK Diungkap Polres Semarang saat Razia Lalu Lintas
INFO lain :  Denda Pajak Kendaraan di Jateng Dihapus

Obat Tidak Memenuhi Syarat