Pimca Bank Jateng Pekalongan Akui Ada Pelanggaran SOP di Kasus Pembobolan Rp 4,4 Miliar

oleh

Semarang – M Fredian Husni (27), terdakwa perkara dugaan korupsi pembobolan Rp 4,4 miliar di kantor Cabang PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Pekalongan diketahui melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan.

Beberapa ketentuan perbankan dan internal Bank Jateng diketahui tak dipatuhi dan dilanggar terdakwa yang bertugas sebagai Teller Kantor Kas Mobil Keliling Bank Jateng Cabang Pekalongan sekaligus Petugas PIC/Person In Charge Automatic Teller Machine (ATM) itu.

Meski tak sesuai SOP, namun tindakan Fredian terkesan dibiarkan. Sejumlah atasannya yang berhubungan dengan tugas dan kerja Fredian diduga juga terlibat. Pasalnya, kendati tidak sesuai SOP, tindakan terdakwa dalam melakukan cash count, memasukkan uang ke mesin ATM dengan mengurangi jumlahnya, selama sekitar setahun aksinya tak terbongkar. Fredian, sesuai dakwaan berhasil membobol Rp 4,4 miliar.

Hal itu terungkap pada sidag pemeriksaan perkara terdakwa M Fredian Husni (27) di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (4/12/2018). Sidang dipimpin hakim ketua Aloysius Priharnoto Bayuaji dengan acara pemeriksaan saksi.

INFO lain :  Bank Jateng Pekalongan Dibobol Rp 4,4 Miliar Pegawainya Sendiri

Tiga saksi dari Bank Jateng diperiksa untuk dimintai keterangan. Mereka Aris Joko Priantono, Pimpinan Cabang (Pimca) BPD Pekalongan; serta dua teller yakni Tito Kurniawan dan Bramasyah.

“Terdakwa sesuai audit, ada beberapa pelanggaran. Ada yang tidak sesuai SOP,” kata saksi Aris Joko yang menjabat sejak 10 Oktober 2017 sesuai SK Direksi tertanggal 10 Oktober 2017 mengakui adanya pelanggaran SOP oleh terdakwa.

Terdakwa sebagai teller kantor kas mobil keliling, dikatakannya bertugas sejak 22 April 2016 sebagai teller kantor kas mobil keliling. Fredian, kata dia, bekerja sebagai pegawai kontrak sejak 2015.

“Sebelumnya sejak 24 September 2015 sampai 4 Desember 2015 sebagai teller di kantor cabang. Lalu dimutasi kantor marketing sejak 2015 sebagai 2016,”kata saksi.

Terdakwa, lanjutnya bertugas mengelola uang ATM dan menjaga standarisasi pelayanan di ATM. Salah satunya, yakni melakukan cash count atau proses pengisian kaset uang ke mesin ATM.

“Mengambil modal ke petugas kas besar. Lalu bersama Satpam, sopir dan pendamping ke mesin ATM mengisi. Proses pengisian mesin ATM. Sebelumnya dicek dilakukan print cash untuk mengetahui sisa cash di mesin. Data lalu dikirim ke kantor untuk dicocokkan di kantor cabang. Jika sudah clear, lalu kaset dibuka, diganti dengan kaset baru. Diikuti penginputan ke mesin ATM. Sesuai jumlah. Lalu diprint cash lagi untuk mengetahui jumlah cashnya,” jelas saksi.

Dalam tugasnya, kata Aris, terdakwa melakukan cash count ke kas besar. Cash count, lanjutnya, berkaitan dengan Amdal atau Pengambilan Modal dilakukan teller dan harus didukung Kasie Pelayanan.

“Didukung data. Bahwa betul ada yang mau di cash count. Nominalnya ditentukan Kasie Pelayanan. Bahwa ATM perlu dilakukan cash count, karena saldo tinggal sekian. Penyampaian ke Kasie biasanya dilampiri nota internal. Nota dibuat teller. Lalu diajukan ke Kasie Pelayanan. Oleh Kasie diajuka untuk disiapkan ke kas besar,” kata dia.

Dalam kasus ini, terdakwa Fredian diakui tidak melewati SOP tersebut.

“Mestinya harus melalui Kasie Pelayanan, baru ke kas besar. Baru uang berupa kaset dibawa. Diketahui Kasi Pelayanan juga. Itu sesuai SOP pengisian di kantor. Tapi ternyata ada yang tidak sesuai SOP. Pengisian uang ke kaset oleh teller diketahui kasie. Ditutup, disegel. Dari situ baru dibawa teller untuk ke mesin ATM. Kaset lama diambil diganti kaset baru. Uang yang diambil itu dikembalikan lagi ke kas besar dan harus sesuai dengan print cash yang pertama,” jelas dia.

Pembobolan diduga terjadi akibat lemahnya sistem kerja yang terjadi di bank plat merah itu diduga dilakukan Moh Fredian Husni, Teller Kantor Kas Mobil Keliling Bank Jateng Cabang Pekalongan sekaligus Petugas PIC/Person In Charge Automatic Teller Machine (ATM). Warga Adiwerna Tegal disidang atas tuduhan membobol Rp 4,4 miliar dan menghabiskannya untuk judi bola online.far