Nguda Rasa Den Mase Konyol (Tugimin Supriyadi)- Bagian ke  1: Bayar Pakai Keris

oleh

Nguda Rasa Den Mase Konyol (Tugimin Supriyadi)- Bagian ke  1: 

Bayar Pakai Keris

Era digital memaksa pembayaran berbagai transaksi dipermudah dengan memakai Qris. Ini terjadi pada orang-orang modern di perkotaan, yang sudah merambah ke pedesaan dan perkampungan. Demikian juga di kampung Ndelahan, Dimana Den Mase Konyol, Lek Dikun dan Mas Bagus tinggal. Perbincangan, celatu, ocehan dan gurauan mereka terkadang menjengkelkan, menggelikan sekaligus mengherankan. Orang-orang kampung menamai ketiga orang ini “setengah matang alias kemrampao!”. Itu karena mereka bertiga ini dipandang sebagai “tokoh Masyarakat”, tetapi terkadang menggelikan sekaligus mengherankan karena obrolan mereka justru membuat lawan bicara susah memahami. Biasa, obrolan mereka bertiga ini “ngalor ngidul” seperti nggak punya arah. Tapi terkdang obrolan mereka juga memberikan inspirasi yang menyejukkan.

INFO lain :  Bahaya Mie Instan Jika Dikonsumsi Terus Menerus

“Sugeng sonten den Mase”, suar lik Dikun mengaggetlan lamunan Den mase Konyol sambil nggablok Pundak Den mase.

“Asem ik, kaget aku kaget. Ini sudah malem yo Lik!” balas Den Mase sambil menyemburkan asap rokoknya.

“Lhoooo, lha mana Mas Bagus? Dia kan ngajari kita untuk tetap semangat, kalaua menyapa katanya selalu “selamat pagi, selamat sore, biar menyemangati!” lanjut lik Dikun.

“Mboh rak nggenah cah kae kok, jenenge Bagus, neng yo blas…  ora bagus…”, celoteh den Mase.

“Lha iyo…, wong yang ngajak ketemuan,  dia kok ya nggak nongol-nongol,” lanjut Lik Dikun.

INFO lain :  Putri Pariwisata Indonesia Sudah Dapat Jodoh. Pangkat Pasangannya Kombes

Keduanya saling berpandang, tapi den Mase seperti tahu, maksud dari Lik Dikun.

“Kopi jahe tooooo? Tambah jadah bakar?” teges Den Mase.

“Nggeh Den”, saut Lik Dikun.

“Lha Mas Bagus sampun di pesenke dereng? “sambung Lik Dikun.

“Sudah, Susu Jahe to, mbok kiro aku lali, takon takon yo ora mbayari wae kok! Guyon Den Mase.

“Mangkeh nek kulon nembus, kulo seng ntraktir!” jawab Lik Dikun njengkelke.

“Semangkehan, lha togele tutup kok arep nembus, soko Hongkong Po?”

“Lha nggeh, niki tutup awal poso niki, sampai kapan yo ora jelas,” saut Lik Dikun.

INFO lain :  Cara Enak Turunkan Kolesterol Tinggi

Ketika pesenan mereka berdua datang, wajah mereka mulai sumringah. Namun, ngobrol mereka sepeetrtinya kurang “gayeng”, kalau belum dilengkapi si bujang Mas bagus.

Dari kejauhan Mas bagus nongol, biasa dengan honda Ganja merah kesayangannya. Tanpa basa abasi langsung clatu.

“Mbok Nah, susu Jahe sama jadah Goreng”, sambil nggablok Pundak den Mase dan lik dikun.

“Uwes tak pesenku dul…mbok kira aku lali po karo adat sabene?!” saut den mase.

“makasih Den mase,semoga  berkah barokah, “jawab Mas bagus.

“Mbok kiro wes di Bayar Po, yo durung, kamulah yang bayar, tanggal muda habis gajian!” saut Den mase sambil nyengir.