“Alasanmu wes mesti nggak punya uang cash, pakai Qris, pakai m-Banking. Mbayar kok pakai KERIS! Ketusuk malah blaik kowe…Wong ndeso wae semangkehan. Wes to, apapun alasannya uang cash mesti iseh dibutuhkan. Mbok Nah ya nggak punya to m-bangking, Qris. Ono-ono wae”, celoteh Den Mase samnbil mesam-mesem.
Mereka berpandangan. Saling pelotot. Dan, berbarengan ketawa. Sudah biasa, di warung Mbok Nah pojok simpang 5 Semarang, kalau nggak Den Mase Konyol yang mbayari, di pastikan ngebon duluan. Ketiganya ngobrol ngalor ngidul sampai menjelang Tengah malah. Tak banyak yang dicerikatan oleh nara umber terpercaya mereka, mas bagus. Hanya kisah dan penederitaan korban banjir dan tanah longsong yang terjadi dimana-mana. Selain itu, tentu saja ngobrolnya tak lepas juga tentang situasi kamtibmas, dan suasana awal-awal puasa. Kepareng. Tabik. (Bersambung)
















