Semarang – INFOPlus. Ingin Mengetahui Budaya di Sejumlah negara, Seorang Warga negara Inggris bernama Danny Gordon (34) melakukan perjalanan dengan bersepeda. Hebatnya, Danny melakukan perjalanan tanpa pendamping khusus alias bersepeda sendirian.
Danny Gordon mungkin terlihat seperti mas-mas bule biasa yang sedang berada di Semarang, namun saat memperkenalkan diri dan sedikit bercerita, ternyata dia sudah bersepeda ribuan kilometer dari tanah kelahirannya, Liverpool, Inggris.
“Saya baru perjalanan dari Pekalongan. Cukup lelah dan menguras tenaga karena cuaca panas,” ungkap Danny.
Danny lebih jauh menerangkan, perjalanan ini sudah dia tempuh selama 4 bulan. Dia lalu menunjukan sebuah peta aplikasi berserta jejak langkahnya.
Ribuan kilometer yang ditempuh itu sudah membuat dia berganti 8 kali ban dalam, 2 kali ban luar, dan satu kali rantai. Meski demikian selama perjalanan, banyak yang membuatnya terkesan. Dari berbagai postingan di Instagramnya, dia banyak mengunggah beragam foto selama perjalanan.
Danny mengunggah perjalannya ketika sedang melintas di Himalaya yang berselimut salju dengan hewan-hewan uniknya. Lalu melompat di lepas pantai Koh Samui Thailand, berkawan dengan kuda-kuda liar di Cina dan ngiyup dari derasnya hujan di Pamanukan, Subang, Indonesia.
Semua dokumentasinya lengkap. Mulai dari laut, lembah, kampung, sampai jalanan aspalpun tak luput dibagikan olehnya. Bahkan juga Danny menandai hari demi hari postingannya.
“Banyak momen hebat yang sudah saya lalui meskipun tidak semuanya mudah. Tapi makan siang dengan penduduk Himalaya sangat spesial. Banyak binatang yang luar biasa juga di sana. Lalu di Indonesia tentunya banyak tempat yang memorable dan spesial karena saya sudah pernah kesini dan berteman dengan banyak orang disini. Dan ini merupakan perjalanan yang indah, Saya masih punya perjalanan panjang, jadi semangat,” terang Danny.
Biasanya kalau ada yang bersepeda seperti ini punya tujuan khusus. Entah kampanye atau aksi sosial. Namun Danny tidak, dia hanya ingin bersenang-senang saja.
“Perjalanan ini tidak ada tujuan khusus. Saya hanya ingin memiliki banyak pengalaman tentang kebudayaan dan masyarakatnya. Hal tersebut sangat penting seperti pergi ke sebuah kampung lalu mencicipi makan-makanan lokal. Menjadi orang yang terbuka pikirannya. Dan saya sebisa mungkin menjadikan ini sebuah tantangan, dan mengetes kemampuan saya,” ujarnya.
Meski demikian, dia punya sisi historis yang melatarbelakanginya. Di tahun 2017, Danny pernah menjadi guru bahasa Inggris di Indonesia tepatnya di Bojonegoro. Oleh karena itu, dia ingin mengulangnya lagi karena Indonesia sudah membuatnya jatuh cinta dan kembali.











