Semarang – INFOPlus. Keberadaan beras Perum Bulog atau beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) ditempeli foto pasangan calon nomor urut 2 dianggap hanya ramai di media sosial. Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid menyebut tidak menemukan barang itu setelah dicari.
Usai acara deklarasi dukungan dari Purnawirawan Polri di Hotel Patra Semarang, Nusron mengatakan Bulog sudah membantah soal beras bergambar Prabowo-Gibran itu. Ia juga sudah menduga tidak ada beras dengan stiker paslon 02 itu.
“Saya kira itu nggak ada. Bulog sudah membantah, yang lain membantah. Bisa jadi pertama ada orang dapat ditempel terus disosmedkan seolah menyeluruh,” kata Nusron di Hotel Patra Semarang, Jumat (26/1).
Ia menyebut sudah mengecek di lapangan dan tidak menemukan beras Bulog seperti yang viral itu. Nusron merasa akan repot jika menanggapi hal-hal viral di media sosial.
“Nggak ada saya cek di lapangan. Bulog membantah nggak ada. Dimana? Sosmed? Kalau menanggapi sosmed kan repot,” tegasnya.
Beredar foto di aplikasi X yaitu sekarung beras Perum Bulog atau beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang ditempeli gambar Prabowo-Gibran. Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menanggapi dan mengatakan beras SPHP sudah tersedia di mana-mana, jadi siapapun bisa membelinya.
“Beras SPHP tersedia di mana-mana, di pasar-pasar, di minimarket. Siapa saja sangat mudah mendapatkan beras SPHP,” ungkapnya dalam keterangan pada Kamis (25/1).
Bayu mengatakan, jika beras tersebut telah didistribusikan ke masyarakat, Bulog tidak lagi dapat mengatur akan digunakan sebagai apa beras tersebut. Namun dia menegaskan dari proses packing Bulog tidak ada atribut politik apapun.
“Setelah beras dibeli oleh masyarakat Bulog tidak dapat mengatur apa yg akan dilakukan masyakat atas beras itu. Dari Bulog tidak ada atribut politik apapun,” tuturnya. (Mh/Mw)











