Pekalongan – Polres Pekalongan menetapkan operator Setum, Parnoto (49) menjadi tersangka dalam kecelakaan di Depan Pasar Wonopringgo. Polisi mengamankan sejumlah alat bukti dalam kecelakaan maut itu.
Kasatlantas Polres Pekalongan AKP Boby Anugerah Rachman menyatakan, dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan anggota di lapangan, operator setum dinilai lalai dalam mengemudikan alat beratnya. Selain itu dari olah Tempat Kejadian Perkara ( TKP) operator diduga salah.
“Dari olah TKP menyimpulkan opertor setum ditetapkan jadi tersangka karena lalai dalam menjalankan alat beratnya, kata dia, Minggu (21/10).
Kecelakaan terjadi, Jumat (12/10) lalu. Nasib naas menimpa seorang pedagang, Imaroh (50) asal Dukuh Blumbang Desa Jetak Lengkong Kecamatan Wonopringgo. Dia tewas seketika lantaran terlindas Setum saat hendak menyeberang di Jalan Raya depan Pasar Wonopringgo.
Menurut Kasatlantas, dari hasil klarifikasi dari pihak perushaaan, Setum tersebut akan dipindahkan dari Wonopringgo ke Setono. Seharusnya dalam memindahkan alat berat tersebut dinaikan ke kendaraan. Sehingga tidak membahayakan orang lain.
“Untuk operator kemarin langsung diamankan bersama Setum dan sepeda ontel milik korban,imbuhnya.
Dari hasil pemeriksaan, kecelakaan terjadi sekira pukul 10.00 WIB, tepatnya di depan Pasar Wonopringgo. Korban merupakan seorang pedagang sayur itu dilindas usai belanja membeli barang daganganya.
Ketika hendak pulang, kondisi jalan yang sedang dalam perbaikan, terdapat hilir mudik sejumlah alat berat yang digunakan untuk mengaspal jalan. Korban dengan menaiki sepeda ontelnya melaju pelan kearah utara.
Saat bersamaan dari arah selatan ke utara, melaju alat berat setum yang digunakan untuk pengaspalan jalan dikendarai Parnoto, warga Desa Kedawung, Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Diduga karena sang pengemudi Setum lalai kurang memperhatikan bagian depan jalan, akhirnya menyerempet sepeda korban.
Ironisnya, korban langsung terjatuh tepat didepan ban alat berat, hingga akhirnya sebagian badan korban terlindas hingga tewas seketika. Sedangkan pengemudi Setum yanh diduga lalai tidak sempat menginjak rem.
Dengan kejadian itu, sejumlah barang dagangan korban berserakan dan warga yang melihat kejadian itu berusaha untuk memberikan pertolongan. Namun dikarenakan korban meninggal dilokasi, akhirnya warga menghubungi aparat kepolisian.edit















