“Penerapan budaya keselamatan tidak hanya bertujuan meminimalkan risiko kecelakaan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan wisatawan saat berkunjung,” ujar dia.
Kepala Desa Sepakung, Ahmat Nuri, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Pelatihan Manajemen Destinasi Wisata dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) oleh Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026.
Dikatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus menjadi pengungkit pengembangan Desa Sepakung sebagai desa wisata yang lebih profesional, aman, dan berdaya saing.
“Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026 ini merupakan pengungkit bagi pengembangan Desa Wisata Sepakung. Sebagai bentuk komitmen pemerintah desa, peserta yang mengikuti pelatihan ini nantinya akan kami usulkan untuk ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) sebagai bagian dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sepakung,” beber Ahmat Nuri.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026 dalam mewujudkan ekosistem wisata yang berkelanjutan melalui penguatan kapasitas masyarakat sebagai aktor utama pengelolaan destinasi.
Dengan meningkatnya kemampuan pengelola, diharapkan Desa Sepakung mampu menjadi contoh desa wisata yang tidak hanya mengandalkan potensi alam, tetapi juga mengedepankan kualitas pelayanan, tata kelola yang baik, serta penerapan aspek keselamatan sesuai standar.
Melalui kolaborasi antara Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026, Pemerintah Desa Sepakung, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat memperkuat fondasi pengembangan Sepakung Sport Adventure Area (SEVORTA) sebagai destinasi wisata olahraga alam yang unggul, aman, dan berkelanjutan.
Ke depan, berbagai program pendampingan akan terus dilakukan guna memastikan keberlanjutan pengelolaan wisata sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Sepakung melalui sektor pariwisata. []















