Generasi Muda Kuasai Pasar Modal Jateng, KSEI Sebut Ini Momentum Emas Tingkatkan Literasi Keuangan

oleh

SEMARANG-INFOPlus.- Dominasi generasi muda di pasar modal menjadi peluang besar untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 82,97 persen investor pasar modal di Jawa Tengah berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun dan 31–40 tahun, mencerminkan tingginya minat anak muda terhadap dunia investasi.

Fakta tersebut disampaikan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI),Selasa(21/7) di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah 1,Semarang.

Kepala Unit Edukasi Layanan Jasa Investor KSEI, Abdul Azis Albakkar, mengatakan besarnya jumlah investor muda merupakan momentum emas untuk membangun budaya investasi yang sehat melalui penguatan literasi keuangan.

INFO lain :  KPK luncurkan desa antikorupsi, dipusatkan di Desa Banyubiru Jateng

“Sebanyak 82,97 persen investor di Jawa Tengah berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun dan 31–40 tahun. Berdasarkan profesi, investor juga didominasi kalangan karyawan dengan porsi 48,95 persen,” jelasnya.
.
Menurut Azis, pertumbuhan jumlah investor harus diiringi peningkatan pemahaman mengenai investasi yang aman, legal, dan bertanggung jawab. Karena itu, KSEI bersama regulator dan Self-Regulatory Organizations (SRO) pasar modal terus memperluas edukasi melalui berbagai program, mulai dari media gathering, pelatihan bagi perusahaan efek dan agen penjual reksa dana, hingga pembinaan Galeri Investasi dan komunitas investor.

INFO lain :  Caleg Gerindra Semarang Nyabu Tak Diberi Pendampingan Hukum Partai

Minat masyarakat Jawa Tengah terhadap pasar modal sendiri terus meningkat. Hingga semester I 2026, jumlah investor telah mencapai 3,19 juta, menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah investor pasar modal terbesar keempat di Indonesia. Kota Semarang menjadi penyumbang investor terbanyak dengan 198.180 investor atau sekitar 6,21 persen dari total investor di provinsi ini.

Selain edukasi, KSEI juga terus memperkuat infrastruktur digital. Hingga Juni 2026, sistem C-BEST mencatat total aset senilai Rp7.495 triliun dengan 3.851 efek tersimpan. Sementara Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST) mengelola Asset Under Management (AUM) sebesar Rp983 triliun yang mencakup 2.496 produk investasi.

INFO lain :  Pembantu Rumah Tangga di Salatiga Curi Perhiasan Majikan

“KSEI terus melakukan pengembangan sistem agar layanan kepada investor semakin efisien, aman, dan mampu mengakomodasi pertumbuhan pasar modal yang terus meningkat,” tutur Azis.

Melalui penguatan edukasi dan layanan digital, KSEI berharap tingginya antusiasme generasi muda terhadap investasi tidak hanya mendorong pertumbuhan jumlah investor, tetapi juga melahirkan investor yang cerdas, kritis, dan memiliki literasi keuangan yang kuat. (Kar/Ts)