Ungaran – INFOPlus. Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES) 2026 menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Desa Wisata Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Dukungan tersebut dilakukan dalam bentuk Pelatihan Manajemen Destinasi Wisata dan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Sepakung Sport Adventure Area (SEVORTA) yang bertujuan menciptakan destinasi wisata berbasis olahraga alam yang profesional, aman, dan berkelanjutan.
Pelatihan Manajemen Destinasi Wisata dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ini diikuti oleh pengelola wisata Embung Balong bersama perwakilan pemuda dari tiga dusun di Desa Sepakung, yakni Dusun Krajan, Dusun Jingkol, dan Dusun Kenongo.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola destinasi wisata secara profesional, aman, dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sepakung, Kepala Dusun Jingkol, Ketua RT 01 Dusun Krajan, Ketua Pokdarwis Desa Sepakung, serta Dr. Ipang Setiawan, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pendamping Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026.
Kehadiran unsur pemerintah desa, pengelola wisata, akademisi, dan generasi muda mencerminkan sinergi dan kolaborasi multipihak dalam mendukung pengembangan Sepakung Sport Adventure Area (SEVORTA) sebagai destinasi wisata olahraga alam yang dikelola secara profesional, mengutamakan aspek keselamatan, serta berorientasi pada keberlanjutan.
Pada sesi Pelatihan Manajemen Destinasi Wisata Tim Pelaksana menghadirkan Daniel Bayu Anggara, S. Kom., M.M., selaku Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Desa Wisata Kabupaten Semarang, sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Daniel menekankan bahwa keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh potensi alam yang dimiliki, tetapi juga oleh tata kelola yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan wisatawan.
Karena itu, lanjutnya, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan produk wisata, serta penyusunan strategi pengelolaan yang berkelanjutan menjadi aspek penting dalam menciptakan destinasi wisata yang berdaya saing.
Sementara, sesi Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menghadirkan Munifatul Zahra, selaku Ketua SISPALA SWAPALA Kalijaga Angkatan XXV, sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Munifatul menekankan bahwa aspek keselamatan merupakan fondasi utama dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis aktivitas alam.















