Menurutnya, kolaborasi antara kampus dan alumni telah menghasilkan berbagai kegiatan yang berdampak positif, mulai dari seminar ilmiah, pengembangan profesi, hingga pengabdian kepada masyarakat.
“Program Studi BK tidak dapat berkembang sendiri. Dukungan alumni selama ini sangat luar biasa. Banyak kegiatan yang lahir dari kolaborasi antara kampus dan alumni. Kami berharap kepengurusan yang baru semakin solid sehingga sinergi yang telah terbangun dapat terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pengurus Pusat IKA UPGRIS, Ahmad Iskak, S.Pd., M.Pd., mengingatkan bahwa organisasi alumni merupakan wadah pengabdian yang dibangun atas dasar keikhlasan.
“Menjadi pengurus organisasi alumni adalah amanah. Tidak ada keuntungan finansial yang diperoleh. Karena itu, yang akan membuat organisasi ini tetap hidup adalah keikhlasan, kebersamaan, dan niat untuk memberikan manfaat. Jika semua itu dijaga, saya yakin organisasi ini akan semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi almamater,” katanya.
Ahmad Iskak juga mengaku bangga melihat semangat para alumni yang rela meluangkan waktu di tengah kesibukan profesinya masing-masing.
“Kehadiran teman-teman dari berbagai daerah menunjukkan bahwa ikatan emosional dengan kampus tidak pernah putus. Saya berharap semangat seperti ini terus dipelihara sehingga organisasi alumni benar-benar menjadi rumah bersama bagi seluruh lulusan BK UPGRIS,” ujarnya.
Usai prosesi pengukuhan, kepengurusan baru langsung menggelar rapat kerja perdana. Forum tersebut menghasilkan tujuh program kerja prioritas, dengan Reuni Akbar Alumni BK UPGRIS Tahun 2027 sebagai program unggulan.
Selain reuni akbar, organisasi juga menyepakati program Alumni Menyapa, bakti sosial, penguatan jejaring dan database alumni, kolaborasi akademik bersama Program Studi BK, pengembangan kegiatan ilmiah, serta berbagai program pemberdayaan alumni yang akan dijalankan secara bertahap.
Bagi IKA UPGRIS Cabang Khusus BK, kepengurusan baru bukan sekadar pergantian struktur organisasi, melainkan awal dari penguatan peran alumni sebagai mitra strategis kampus. Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, organisasi berharap mampu menghadirkan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan almamater, profesi bimbingan dan konseling, serta kemajuan pendidikan di Indonesia.
















