BI Dorong Masyarakat Jateng Makin Paham Makna Rupiah

oleh

SEMARANG,INFOPlus. — Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pemahaman masyarakat Jawa Tengah terhadap Rupiah melalui edukasi yang dilakukan secara masif dan kolaboratif. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah sekaligus memperkuat kecintaan terhadap mata uang nasional.

Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pripinsi Jawa Tengah M. Noor Nugroho pada acara Media Briefing Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) se-Jawa Tengah,Kamis(13/8).

Ia menyebutkan sepanjang paruh pertama 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) se-Jawa Tengah telah melaksanakan 49 kegiatan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah dengan menjangkau 29.909 peserta.

INFO lain :  Rute Batang-Dieng Menjanjikan. Dukung Wisata "Negeri di Atas Awan"

Edukasi tersebut tidak hanya diarahkan agar masyarakat mengenali Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi juga memahami fungsi dan perannya dalam kehidupan ekonomi sehari-hari.

Bank Indonesia juga memperluas literasi Rupiah melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, termasuk melalui kegiatan pendidikan, keagamaan, budaya, hingga sport tourism. Berbagai kegiatan tersebut digelar di wilayah Semarang, Solo Raya, Eks-Karesidenan Pekalongan, dan Banyumas Raya.

Sejumlah kegiatan yang menjadi sarana edukasi Rupiah antara lain Rupiah Borobudur Playon, Adipati QRIS Run di Solo, Tegal City Run di Tegal, serta QRIS Purwokerto Run di Purwokerto.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi Rupiah tidak hanya dilakukan melalui ruang-ruang formal, tetapi juga dikemas dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat.

INFO lain :  Satpol PP Pati Razia Ratusan Botol Miras

M Noor menjelaskan pemahaman terhadap rupiah menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital. Masyarakat kini semakin sering melakukan pembayaran secara non-tunai, sehingga pemahaman mengenai Rupiah perlu berjalan beriringan dengan literasi digital.
Karena itu, edukasi CBP Rupiah mencakup tiga aspek utama, yakni Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, dan Paham Rupiah.

Cinta Rupiah diwujudkan melalui perilaku menjaga dan memperlakukan Rupiah dengan baik. Bangga Rupiah menempatkan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Sementara Paham Rupiah mendorong masyarakat memahami fungsi Rupiah, termasuk dalam aktivitas ekonomi dan pembayaran.

INFO lain :  Kemenkumham Jateng Kembali Melantik 42 Notaris

Penguatan pemahaman tersebut juga berjalan bersamaan dengan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran yang dilakukan Bank Indonesia.Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS di Jawa Tengah mencapai 9,08 juta, sementara jumlah merchant mencapai 4,52 juta. Angka tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah pengguna QRIS terbanyak ketiga dan merchant terbanyak keempat secara nasional.