Selain manfaat energi yang dihasilkan, proyek ini juga berpotensi mengurangi emisi CO2 hingga 20.000 ton per tahun, memperbaiki kualitas udara, serta menekan biaya pengelolaan sampah di TPA yang saat ini hampir mencapai kapasitas maksimum.
Dengan volume sampah yang masuk ke TPA Jatibarang mencapai 900 ton per hari, upaya ini menjadi solusi nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan Kota Semarang.
Pemkot Semarang berkomitmen penuh dalam menjadikan transformasi limbah menjadi energi sebagai contoh model ekonomi sekular yang produktif, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui inisiatif ini, Kota Semarang siap menjadi pionir dalam pengelolaan sampah modern yang ramah lingkungan di Indonesia. (Adv) []
















