Terkait dengan sampah, bisa dibuatkan mikro industri pengelolaan sampah agar sampah ini bisa didaur ulang dan bermanfaat. Pengalaman Mas Wawan di Indramayu, sampah itu bisa diolah menjadi briket atau solar sintetis. Kalau di Jakarta bisa menjadi listrik.
βNah di Semarang potensi sampah yang mencapai 1 juta kubik per hari, itu bisa diolah seperti itu. Nah selain itu adapula gerakan reboisasi, pembuatan biopori-biopori, dan lainnya untuk membangun kultur penanganan banjir,β tuturnya.
Karena itu, Mas Wawan menambahkan, perlu ada instrumen hukum yang mencakup substansi pengendalian banjir, strukturnya, dan kulturnya. Sehingga misi ini bisa dijalankan mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan, hingga kota. []












