Pemkot Semarang Terapkan Program Mudik Lebaran Minim Sampah

oleh
Kota Semarang terapkan program mudik Lebaran minim sampah. (Foto: Dok)

Semarang – INFOPlus. Kota Semarang menyambut Lebaran dengan cara yang berbeda tahun ini. Yakni dengan fokus pada pengendalian sampah selama perayaan Idul Fitri.

Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu membuat langkah kongkret dengan mengeluarkan Surat Edaran Wali kota Semarang nomor B/597/600.4.15/N/2024 tentang Pengendalian Sampah di Hari Raya Idul Fitri.

Dalam upaya melaksanakan pengurangan dan penanganan sampah ini, Wali kota yang akrab disapa Mbak Ita menegaskan jika Kota Semarang menerapkan program Ramadan Minim Sampah yang melibatkan partisipasi masyarakat dan peran aktif dari pelaku lokal.

“Salah satu langkahnya adalah penggunaan wadah reusable untuk menyimpan makanan dan minuman, serta mengurangi pembelian makanan dan minuman kemasan sekali pakai selama Ramadan di Kota Semarang,” jelas dia, Selasa (9/4).

INFO lain :  Banjir Semarang Ganggu Aktivitas Pelayanan dan Perjalanan Kereta Api

Di samping itu, upaya minim sampah terus ditingkatkan dengan mengurangi jumlah sampah dari hantaran Lebaran dan juga mengurangi sampah saat salat Idul Fitri.

“Di antaranya dengan membawa peralatan salat dari rumah yang bisa digunakan ulang, seperti sajadah, yang kemudian bisa dibawa kembali pulang,” sebutnya.

Komitmen yang ditunjukkan oleh Mbak Ita dalam upaya ini juga mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

INFO lain :  Polisi Gagalkan Pengiriman Ratusan Anjing Dari Subang Menuju Solo Untuk Dijagal

Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Diah Supartiningtias saat KLHK melakukan kunjungan ke Kota Semarang sebagai bagian dari kampanye mudik Lebaran minim sampah.

“Dalam hasil pemantauan di dua titik utama, Stasiun Tawang dan Terminal Mangkang, KLHK menyatakan bahwa upaya yang dilakukan Kota Semarang telah berjalan baik. Tempat sampah dan sarana pengelolaan sampah untuk para pemudik sudah tersedia dengan baik,” ungkap Diah yang juga merupakan Kepala DPMPTSP Kota Semarang tersebut.

Lebih lanjut, Diah mengungkapkan bahwa Kota Semarang memiliki potensi untuk menjadi kota percontohan dalam upaya pengendalian sampah selama musim mudik.

INFO lain :  Rektor Undip Digugat ke PTUN oleh Prof Suteki : Diduga Bela HTI

“Arahan dari KLHK bahkan mendorong Kota Semarang untuk meraih penghargaan Adipura di masa mendatang, mengingat kesiapan dan komitmen yang telah ditunjukkan oleh pemerintah kota,” terangnya.

Dengan langkah-langkah nyata ini, diharapkan bahwa kota Semarang bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama saat momen besar seperti musim mudik dan perayaan Idul Fitri. Sehingga ke depan, Piala Adipura yang telah lama tak diraih dapat kembali diperoleh Kota Semarang. (Ags/Mw)