Semarang – INFOPlus. Satuan Reskrim Polrestabes Semarang berhasil mengamankan sebuah truk tujuan ke Solo yang mengangkut ratusan ekor anjing.
Dari hasil penyelidikan sementara, sebanyak 226 ekor anjing yang didapati dalam kondisi diikat tali mulut dan kakinya serta digantung menggunakan karung. Akan dijagal untuk kemudian dagingnya dijual untuk dikonsumsi.
Berbekal informasi dari Komunitas Animals Hope Shelter Indonesia, tim Reskrim Polrestabes Semarang berhasil menghentikan sebuah truk di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang yang kedapatan mengangkut ratusan ekor anjing pada Sabtu (06/01) sekitar pukul 22.30 wib.
Saat didalami, anjing-anjing yang berjumlah 226 ekor ini kondisinya diikat tali mulut dan kakinya dengan dimasukkan karung kemudian digantung di dalam bak truk.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, Lima orang kru truk langsung diamankan dan kini sedang diperiksa dimintai keterangan oleh petugas. Hasil penyelidikan sementara, ratusan ekor anjing ini berangkat dari Subang tujuan Solo.
“Informasi itu sudah kita dapatkan selama satu bulan terakhir, namun baru malam ini baru bisa kita gagalkan 226 ekor anjing, sementara ini 5 orang diamankan dan para terduga ini kita jerat pasal UU 41 Tahun 2014 Tentang Peternakan Kesehatan Hewan ancamannya hukuman 5 tahun,” ucap Irwan Anwar di Mako Libas.
Sementara, Ketua Animal Hope Shelter Indonesia, Christian Josua menyebut, pembeli anjing ini sudah menunggu dipinggir jalan tol, setelah truk pengangkut anjing dari Jawa Barat tiba, anjing dipindahkan ke mobil pick up.
“Mereka ini pembelinya sudah menunggu di pinggir jalan tol , jadi mereka ini dibuang dari atas truk ke atas mobil pick up pembelinya,” Kata Christian.
Satu ekor anjing harganya mulai dari 50 ribu sampai 250 ribu tergantung besar kecilnya hewan. Anjing itu akan dijagal lalu dagingnya akan dijual perkilogram dengan harga 40 ribu untuk dimakan.
“Mereka beli per ekornya dari 50 ribu sampai 250 ribu, tergantung besar kecilnya anjing, sampai di Soloraya, mereka jual ke pedagang 40 ribu perkilogram,” terangnya.
Pihak kepolisian masih mendalami adanya beberapa dokumen seperti surat jalan dari polisi dan surat keterangan kesehatan hewan yang diduga dipalsukan oleh awak truk. (Mh/Mw)












