Di sisi lain, wali kota juga minta DPU gerak cepat membantu penanganan banjir, termasuk pembelian pompa portabel tambahan.
“Saat melihat kondisi di Kali Tenggang, Babinsa dan Bhabinkamtibmas menyampaikan kalau di ujung pertemuan antara anak kali Tenggang dan Kali Tenggang itu pompanya kecil. Sehingga saya minta juga ke DPU untuk membeli dua pompa. Kalau harganya di bawah Rp 200 juta kan bisa langsung e-katalog tinggal ngeklik,” imbuh dia.
Diketahui, banjir imbas hujan deras mengakibatkan banjir dan genangan di sejumlah wilayah di Kota Semarang. Di antaranya di Jalan Parang Sarpo Raya Kelurahan Tlogosari Kulon ketinggian air sekitar 40-60 Cm.
Di Jalan Muktiharjo Raya, Kelurahan Muktiharjo Lor ketinggian air 30-50 Cm. Di Jalan Dongbiru Kelurahan Genuksari ketinggian air 30-40 Cm. Jalan Gebanganom Raya, Kelurahan Genuksari ketinggian air sekitar 50 Cm.
Selanjutnya, di Jalan Padi Raya, Kelurahan Gebangsari ketinggian air 20-40 Cm. Jalan Kaligawe (bawah jembatan tol) ketinggian air 50-60 Cm sedangkan Jalan Kaligawe depan pintu masuk RSI Sultan Agung ketinggian air 60-70 Cm.
Jalan Sidoasih RT 5 RW 4 genangan air 20-40 Cm, Jalan Sendang Indah Muktiharjo Lor sekitar 40 Cm dan di Terminal Terboyo ketinggian 30-40 Cm.
Pemkot Semarang terus melakukan penanganan untuk mengurangi genangan dengan mengoptimalkan rumah pompa dan pembersihan drainase dan sungai dari tanaman air maupun sampah yang menggangu aliran air. (Ags/Mw)














