Kejuaraan Bola Voli Kader PKK se-Kota Semarang Berlangsung Meriah

oleh
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat membuka kejuaraan bola voli perempuan Kader PKK antarkecamatan se-Kota Semarang berlangsung meriah, Sabtu (18/11). (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Pertandingan bola voli perempuan kader PKK antarkecamatan se-Kota Semarang berlangsung meriah, Sabtu (18/11). Kejuaraan yang diikuti ibu-ibu dari 16 kecamatan itu digelar di Sportorium Universitas IKIP Veteran (Univet) Semarang.

Sorak sorai para suporter mewarnai jalannya pertandingan yang dimulai sejak pagi hingga petang hari. Dari penyisihan, semi final hingga final, ratusan suporter dari masing-masing kecamatan meluapkan dukungannya terhadap tim kesayangannya.

Perang yel-yel pun tak terhindarkan memasuki semi final. Bahkan para pendukung dibuat tegang saat partai final. Kejuaraan dalam rangka menyambut Hari Ibu, yang puncaknya akan diperingati 22 Desember mendatang ini dimenangkan oleh Kecamatan Gunungpati.

“Saya datang sejak pagi, mensupport tim kami dari Kecamatan Banyumanik supaya menang. Kami siapkan yel-yel supaya acara ini berlangsung meriah. Tetapi yang biasanya juara bertahan harus kalah dengan Kecamatan Gunungpati,” kata Riski Clasico, satu di antara pendukung.

Kemenangan Kecamatan Gunungpati ini adalah yang pertama setelah berturut-turut selalu dipegang Kecamatan Banyumanik. Wulan Anistya Riri (32), salah satj pemain Kecamatan Gunungpati pun tak menyangka bakal menyabet gelar juara.

“Alhamdulillah, kami di kecamatan sudah sering ketemu, mingguan antaremak-emak gitu, jadi kami tinggal menyatukan feeling saja,” kata pemain yang berposisi spiker tersebut.

Dia mengatakan, selama melakukan latihan harus pandai-pandai mengatur waktu antara bekerja dan mengurus rumah tangga. Sering kali, dalam latihan tidak berjalan maksimal lantaran ada pemain yang masih bekerja.

“Datang latihan jarang sekali komplet, kumpul jam 4 sore, pada datang satu jam kemudian. Alhamdulillah kami sudah punya dasarnya, servernya bisa nyerang, tosser pun sudah lumayan,” ujarnya.

Dalam pertandingan ini, katanya, Kecamatan Pedurungan juga menjadi lawan terberat. Sempat pesimistis, akan tetapi sesama pemain bisa saling menguatkan hingga kemenangan diraih.

“Lawan terberat adalah dari Kecamatan Pedurungan di delapan besar, lalu semi final dengan Kecamatan Mijen, dan final melawan Kecamatan Banyumanik yang sebelum-sebelumnya memang juara bertahan,” kata Mia Widiawati (27), pemain Kecamatan Gunungpati lainnya.

Ibu muda dari Kelurahan Pakintelan, Gunungpati ini menyebut, kompetisi bola voli umum perempuan Kader PKK menjadi ajang ibu-ibu menyalurkan bakat. Pasalnya, mereka tak bisa berkompetisi karena terhalang oleh usia dan kesibukan mengurus keluarga.

“Harapannya terus dilakukan pertandingan seperti ini supaya di kalangan ibu-ibu ada kesempatan karena sejauh ini setelah menikah tidak ada event,” katanya.