Semarang – INFOPlus. Ibu dan anak di Boyolali jatuh terperosok di selokan saat hujan deras, Sabtu (4/11) malam. Keduanya ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia
Korban pertama Afrika (8) ditemukan pada Minggu (5/11) siang. Sedangkan ibunya, Anik Prasetyani (30) ditemukan siang tadi, Senin (6/11) sekira pukul 13.30 WIB.
“Jadi kedua korban, ibu dan anak yang tenggelam di selokan Dukuh Sidorejo, Desa Karangmojo,
Kecamatan Klego, Boyolali, semua sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, selanjutnya jenazah dibawa ke RS Waras Wiris, Klego,” ungkap Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto
Afrika dan Anik Prasetyani diketahui merupakan warga Betongan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Di malam nahas itu, sekira pukul 19.20, Afrika beserta kedua orang tuanya melaju di jalanan Dukuh Sidorejo.
Kebetulan hujan deras disertai angin kencang mengguyur Boyolali, termasuk di kawasan Dukuh Sidorejo. Mereka selanjutnya berteduh sekaligus beli bakso di warung pinggir jalan.
Usia beli bakso, Afrika dan ibunya kemudian menyusul sang ayah yang telah lebih dulu berteduh di bengkel seberang warung bakso. Apes, diduga tidak mengetahui keberadaan selokan lantaran tertutup air, keduanya terperosok dan tenggelam terbawa arus.
“Afrika ditemukan sekitar 4 Km dari lokasi kejadian sedangkan ibunya sekitar 5 Km dari lokasi kejadian,” ujar Heru.
Atas peristiwa tersebut, Kantor SAR Semarang mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di awal musim hujan saat ini.
“Saat berjalan atau berkendara untuk mewaspadai selokan yang tidak ada penutupnya, juga berhati-hati terhadap pohon besar di tepian jalan raya yang bisa tumbang akibat hujan disertai angin kencang,” imbuhnya. (Ags/Mw)












