Kejati Jateng Periksa Rektor UNS Solo, Dugaan Korupsi RKA 2022

oleh
Kasi Penkum Kejati Jateng Arfan Triono. (Foto: Gus Djoyo)

Semarang – INFOPlus. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait Rencana Kerja Anggaran (RKA) tahun 2022 Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Rektor Jamal Wiwoho diperiksa.

Rektor UNS Solo Jamal Wiwoho mendatangi Kantor Kejari Surakarta di Jalan Kepatihan No 1, Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres, Solo, Kamis (31/8) pagi. Jamal memenuhi panggilan penyelidik Kejati Jateng terkait laporan dugaan korupsi RKA tahun 2022.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jateng, Arfan Triono membenarkan pihaknya melakukan penyelidikan dugaan korupsi terkait RKA tahun 2022 UNS Solo. Terkait hal itu, sejumlah pihak yang dirasa mengetahui persoalan tersebut dipanggil untuk dimintai keterangan.

INFO lain :  Natal dan Tahun Baru, ASN Kota Semarang Dilarang ke Luar Kota

“Yang jelas beberapa pihak telah dimintai keterangan. Totalnya yang diperiksa belum terjumlah. Nanti akan dilakukan pengembangan,” tuturnya.

Menurut Arfan, penanganan kasus tersebut bermula dari laporan yang diterima Kejati Jateng pada Juli 2023 lalu. Sejumlah pihak melaporkan Rektor UNS Jamal Wiwoho di dugaan korupsi terkait RKA tahun 2022.

INFO lain :  Balai Penyediaan Perumahan III Verifikasi Lapangan Lahan Rumah Susun

Menindaklanjuti laporan tersebut dengan telaah perkara sembari mengumpulkan data dan bahan keterangan yang relevan.

“Kami melakukan pengumpulan data dan keterangan secara rahasia dan on the spot,” ujar dia.

Dari hasil analisa dicocokkan dengan data dan keterangan maka penyelidik Intel Kejati meningkatkan status penanganan perkara ke penyelidikan. Surat perintah penyelidikan tersebut keluar pada tanggal 21 Agustus 2023.

INFO lain :  Sebulan Edarkan 1 Kg Sabu, Eliya Norma Ditangkap Polrestabes Semarang

Arfan membenarkan pemeriksaan sejumlah saksi dilakukan di Kantor Kejari Surakarta. Sejumlah jaksa penyelidik dikerahkan ke Solo untuk menangani kasus tersebut.

“Ada 12 jaksa Kejati yang kami kirim ke sana untuk melakukan pemeriksaan,” tukas dia. (Ags/Mw)