Semarang – INFOPlus. Jelang Idul Adha, pengecekan kesehatan kurban diintensifkan pihak berwenang. Di Semarang, petugas gabungan melakukan pemantauan fisik guna memastikan kondisi kesehatan hewan kurban.
Petugas gabungan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) melakukan sidak ke sejumlah tempat penjualan hewan kurban, Senin (26/6). Petugas dari
Satpol PP, Biro Hukum, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan melihat dari dekat hewan kurban yang dijual di kawasan Jalan Jolotundo, Gayamsari.
Tempat yang disidak, satu di antaranya yakni lapak hewan kurban milik H Sutomo Pati. Selain kondisi fisik hewan, petugas juga mengecek stok hingga surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).
Sekretaris Satpol PP Kota Semarang Marthen Stevanus Da Costa mengatakan dari pengecekan secara kasat mata, semua hewan kurban terlihat dalam kondisi sehat.
Pengecekan tersebut di antaranya dengan memeriksa kondisi mulut dan gigi pada sapi maupun kambing.
“Setelah kita cek, rata-rata secara klinis memang sehat. Hewan kurban sehat semua,” kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, Marthen menegaskan hewan kurban pengiriman dari luar kota wajib melampirkan SKKH guna mengetahui kondisi kesehatannya.
“SKKH wajib dibawa dari asal pengiriman ke Kota Semarang,” jelasnya.
Ditambahkan, saat ini ada penyakit hewan yang perlu diwaspadai, yakni penyakit mulut dan kuku, lumpy skin disease (LSD), dan peste des petits ruminants (PPR). (Ags/Ts)
















