Koki Asal Perancis Dituntut 6 Bulan Penjara Jaksa

oleh
ilustrasi ditahan

Semarang – Jeremie Emanuel Ducrot (44), warga negara Perancis yang tinggal di Jalan Jati Raya Blok A Nomor 4 RT 01 RW 16, Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang atau Graha Wahid Cluster Madrid Nomor 12 A Kedungmundu Tembalang Kota Semarang diadili atas dugaan tindak pidana keimigrasian.

Terdakwa yang juga seorang koki itu disidang di Pengadilan Negeri Semarang. Sebelumnya, ia diamankan 6 Juli 2021 di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang Jl.Siliwangi No.514 Kel.Kembangarum Kec.Semarang Barat Kota Semarang. Ia diduga dengan sengaja memberikan surat atau data palsu atau yang dipalsukan atau keterangan tidak benar dengan maksud untuk memperoleh visa atau izin tinggal.

Kasus bermula pada 29 Maret 2014. Ketika itu, Vina Reina Harsa menikah dengan terdakwa Jeremie Emanuel Ducrot di Kantor Urusan Agama di daerah Kuta, Badung, Bali. Dalam pernikahan, keduanya dikaruniai seorang putri bernama EHD pada tanggal 6 Juli 2014.

“Pernikahan keduanya berakhir karena sering terjadi perselisihan. Vina Reina Harsa mengajukan gugatan cerai pada bulan November 2019 di Pengadilan Agama Semarang,” kata jaksa dalam surat dakwaannya.

Setelah itu, sebelum ditangkap di Indonesia, saat Jeremie Emanuel Ducrot di Warnet, tempat kelahirannya di Perancis Vaison La Romaine membuat pengajuan visa untuk mendapatkan Indeks Visa 317 (penyatuan keluarga) dengan penjamin dan yang mensponsorinya adalah Vina Reina Harsa. Ia juga mengupload syarat-syarat untuk untuk apply visa tersebut seperti paspornya dan milik Vina, KTP Vina, KK, dan buku nikah yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris.

Bahwa setelah terbit visa tinggal terbatas Indeks 317 oleh Direktorat Jenderal Imigrasi tertanggal 31 Mei 2021 milik Jeremie Emanuel Ducrot, pada tanggal 17 Juni 2021 ia mendarat di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.

Pada 6 Juli 2021 di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang Jeremie Emanuel Ducrot mengajukan permohonan Izin Tinggal Terbatas secara online. Namun berdasarkan pemeriksaan ditemukan kejanggalan validitas/keabsahan berkas surat permohonan dan surat penjamin yaitu terhadap tandatangan atas nama Vina Reina Harsa yang diduga dipalsukan.

Dari konfirmasi, Vina Reina Harsa mengaku tidak pernah menandatangani surat permohonan izin tinggal maupun surat penjamin izin tinggal yang diajukan oleh terdakwa.

Tuntutan Pidana

Berdasarkan pemeriksaan persidangan, Jaksa Penuntut Umum Kejari Kota Semarang menyatakan perbuatan Jeremie Emanuel Ducrot terbukti melakukan tindak pidana keimigrasian, melanggar pasal 123 huruf a Undang Undang RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian sebagaimana dakwakan.

JPU menuntut majelis hakim pemeriksa menjatuhkan putusan terhadap terdakwa selama 6 bulan penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah agar terdakwa ditahan.

“Denda sebesar Rp 20 juta, apabila tidak dibayar diganti dengan 3 bulan kurungan,” demikian kata JPU Adimas Haryosetyo dalam surat tuntutannya yang dibacakan pada sidang tanggal 20 September 2022.

Tuntutan JPU dipertimbangkan, hal memberatkan, perbuatannya tidak mendukung program pemerintah Indonesia tentang keimigrasian. Hal-hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya dan tidak akan mengulangi perbuatannya. Belum pernah dihukum, Terdakwa sedang sakit yang membutuhkan suntik insulin tiap harinya.

(rdi)