1.000 Warga Meninggal Masuk Daftar Pemilih

oleh

PURWOREJO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purworejo menemukan 2.465 pemilih yang masih belum sesuai atau bermasalah.

Kordiv Pengawasan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Purworejo, Anik Ratnawati mengatakan, temuan tersebut berdasarkan hasil pencermatan terhadap Daftar Pemilih Sementara yang dilakukan oleh Panwaslu Desa/ Kelurahan dan Panwaslu Kecamatan di 16 Kecamatan se Kabupaten Purworejo.

“Temuan terbut telah dikirimkan ke PPK untuk ditindaklanjuti. Dalam melaksanakan pengawasan pencermatan Daftar Pemilih tersebut Panwaslucam bersama PKD menyortir kegandaan, serta menyandingkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dengan data hasil pengawasan saat tahapan coklit yang sudah diteruskan oleh jajaran pengawas pemilihan,” katanya, Jumat (2/10).

Diketahui, di dalam DPS itu masih ada daftar pemilih yang kemarin sebelum ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Sementara masih belum ditindaklanjuti atau juga ada temuan baru lainnya seperti meninggal dunia dan pindah domisili setelah dilakukan coklit.

Dikatakan, rincian daftar pemilih bermasalah tersebut meliputi jumlah pemilih yang tidak dikenal sebanyak 53 orang, pemilih meninggal dunia sebanyak 1.000 orang. Ada pula pemilih yang anggota TNI sebanyak 4 orang, pemilih Polri satu orang.

“Ada juga pemilih yang bukan penduduk setempat sebanyak 23 orang, pemilih ganda identik sebanyak 99 orang, tidak identik sebanyak 55 orang, pemilih hilang ingatan sebanyak 1 orang, pemilih dibawah umur sebanyak 14 orang dan pemilih pindah domisili sebanyak 1.215 orang. Angka ini tersebar di 16 kecamatan,” tandasnya. (ejo)