Calon Pilkades Tutup Jalan Pakai Tembok Usai Kalah Suara

oleh

Wonosobo – Kalah saat mengikuti Pilkades, warga di Wonosobo menjadikan calon Kades di Wonosobo kecewa dan nekat menutup jalan dengan tembok. Jalan antardesa sekaligus jalur alternatif antarkecamatan di Desa Rejosari, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo itu ditutup usai dirinya kalah di pemilihan kepala desa.

Tembok setinggi sekitar 2 meter itu menutup jalan alternatif antara Desa Rejosari di Kecamatan Kalikajar dengan Desa Sindupaten di Kecamatan Kertek. Bahkan, di bagian atas tembok, terdapat pecahan kaca sehingga tidak bisa dipanjat.

Salah satu perangkat desa Rejosari, Cahyo Edy, mengatakan tembok tersebut dibangun sejak 5 hari lalu. Namun, sebelumnya sudah dipagar dengan bambu hingga kendaraan roda dua tidak bisa melintas.

INFO lain :  Ada Perangkat Desa Masuk Tim Kampanye

Akibatnya, warga yang akan ke Desa Sindupaten harus memutar. Jika sebelumnya sekitar 10 menit dengan kendaraan roda dua, kini menjadi sekitar 45 menit.

Cahyo mengaku pemerintah desa tidak bisa berbuat banyak atas penutupan jalan tersebut. Sebab, tanah yang digunakan untuk jalan merupakan tanah milik Soim Pamuji, calon Kades yang melakukan penutupan jalan.

“Kalau melihat sejarahnya, jalan di situ dulu terbawa aliran sungai. Kemudian dilebarkan menggunakan tanah milik calon Kades itu. Jadi kami tidak bisa berbuat apa-apa,” terangnya.

INFO lain :  Ancaman Narkoba, Waspada Jalur Tol

Menurutnya, penutupan jalan dilakukan karena kekecewaan Soim pada hasil Pilkades. Padahal, jika dilihat dari perolehan suara, Soim berada di urutan 3 dari 5 calon.

Soim merupakan mantan Sekdes dan maju menjadi peserta Pilkades bersama 4 calon lainnya.

“Perolehan suara, dia berada di urutan ketiga dengan 352 suara. Sedangkan yang memang 616 suara dan urutan kedua 605. Dua calon lain suaranya tidak sampai 200,” sebutnya.

Sementara, Soim Pamuji mengatakan tembok tersebut berada di tanah miliknya. Sehingga menurut dia tidak ada yang salah dengan tembok yang menutupi jalan tersebut.

“Kami sudah ikhlas tanah milik ayah saya digunakan untuk jalan. Tetapi ternyata warga di sini tidak melihat itu,” kata dia.

INFO lain :  Polres Semarang Perkuat Filterisasi Pergerakan Pemudik

Ia mengungkapkan, ada beberapa kejanggalan yang dilakukan calon kades lainnya. Seperti membagikan nasi bungkus kepada warga dan menjemput dari rumah ke tempat pemilihan.

“Padahal semua sudah sepakat yang menjemput itu panitia saja. Agar tidak terjadi keributan. Tetapi ada yang melanggarnya,” ungkapnya.

Soim mengaku tidak akan membongkar tembok tersebut. Ia baru akan membongkar jika warga di Rejosari mengubah pola pikirnya. Menurutnya langkah ini sebagai pembelajaran bagi warga.

Sekcam Kalikajar, Saraswati, mengatakan pihaknya sudah berulang kali mempertemukan semua calon Kades beserta Muspika. Namun yang bersangkutan tetap enggan membongkar tembok beton yang menutup jalan.