Melaju dengan berbagai inovasi, kereta api terus berupaya memberikan nilai dan manfaat bagi Indonesia. (dok. PT KAI)
Pada 2016, KAI memberlakukan sistem check-in dan boarding pass di stasiun-stasiun keberangkatan KA. Sistem ini berfungsi untuk mengakurasi manifest penumpang serta membuat pengaturan penumpang lebih tertata dan tertib. Sistem ini pun membuat penumpang lebih nyaman karena hanya penumpang bertiket yang datanya sesuai dengan jadwal 1 jam sebelum keberangkatan yang diperbolehkan boarding dan masuk ke peron.
Pada 2017, KAI meluncurkan Kereta Ekonomi Premium. Rangkaian ini terdiri atas delapan kereta dengan kapasitas masing-masing 80 tempat duduk dan dua unit kereta premium untuk penumpang difabel, berkapasitas 64 tempat duduk di tiap kereta, sehingga kapasitas dalam setiap satu kali perjalanan adalah 768 seat. Selain itu, tempat duduknya sudah reclining, tersedia 4 TV di tiap kereta, dan interior kereta makan dengan desain mini bar.
Masih di tahun yang sama, KAI mengoperasikan Rail Library atau kereta pustaka. Rail Library ini dirangkaikan dengan Rail Clinic generasi ke-4 dan merupakan bagian dari CSR KAI. Selain ratusan buku, kereta ini juga dilengkapi dengan fasilitas belajar lain. Beberapa diantaranya, televisi untuk menyaksikan video edukasi serta 6 unit komputer dengan layar sentuh yang terkoneksi dengan Internet.
Pada 2 Oktober 2017, KAI menghadirkan e-boarding pass pada aplikasi KAI Access versi terbaru. E-boarding pass merupakan fasilitas yang dapat digunakan jika penumpang membeli tiket melalui aplikasi KAI Access. E-boarding pass akan muncul 2 jam sebelum keberangkatan dan memudahkan penumpang sehingga tidak perlu mengantre lagi di check-in counter. Penumpang dapat langsung menuju boarding gate dan menunjukkan barcode e-boarding pass pada aplikasi KAI Access di gadget saja. Pada 2017, KAI berhasil mengangkut 394,2 juta penumpang.
Pada 2018, KAI bahkan menorehkan beberapa catatan baru dalam sejarah perkeretaapian. Misalnya, di pembuka tahun ini, KAI mengoperasikan kereta api bandara pertama di Pulau Jawa bertajuk KA Bandara Soekarno-Hatta. Kereta ini awalnya menghubungkan Stasiun BNI City dan Basoetta. Namun, kini kereta ini sudah mengangkut penumpang yang ingin mengakses Basoetta dari Stasiun Bekasi, Jawa Barat.
Kemudian, pada April 2018, KAI pun berhasil mengoperasikan kereta bandara kedua di Pulau Sumatera, yakni KA Bandara Minangkabau bertajuk Minangkabau Ekspress. Kereta ini menghubungkan Stasiun Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau. Disusul dengan pengoperasian LRT pertama di Indonesia, yakni LRT Sumatera Selatan, pada awal Agustus 2018. LRT dengan teknologi third rail ini menghubungkan Stasiun DJKA dengan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin. Pengoperasian LRT ini pun untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 yang salah satunya dihelat di Kota Palembang. Garis besar capaian KAI dalam lima tahun terakhir seperti digambarkan dalam infografis berikut:
















