Pangkat jenderal sebetulnya setara dengan pejabat eselon I atau direktur jenderal di kementerian. Namun, masyarakat cenderung lebih menaruh perhatian terhadap aktivitas di institusi militer atau kepolisan.
Karenanya, Khairul menganggap pangkat adalah modal bagi para jenderal karena merasa selama ini telah diperhatikan oleh masyarakat.
“Mereka merasa popularitas dan elektabilitasnya cukup layak untuk dikelola atau dimanfaatkan di pilkada,” ujar Khairul.
Khairul juga menilai bahwa para jenderal juga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan memanfaatkan popularitasnya kala partai politik tidak memiliki kader potensial.
Partai politik, kata Khairul, akan cenderung lebih memilih perwira tinggi dari pada memajukan kadernya sendiri yang belum siap secara popularitas maupun finansial.
“Dalam hal ini, tentu posisi jenderal-jenderal ini menarik bagi partai. Terutama karena selama ini sudah diendorse oleh media massa,” kata Khairul.
Meski begitu, Khairul mengkritik langkah partai politik yang memboyong perwira tinggi aktif menjadi calon kepala daerah. Menurut Khairul, fenomena tersebut jelas merupakan kegagalan partai politik dalam menciptakan sosok calon pemimpin.
“Itu bukan rekrutmen yang bagus karena beda tipis dengan rekrutmen politisi dari kalangan artis,” ucapnya.
Diketahui telah ada sejumlah perwira tinggi aktif, baik dari kalangan TNI maupun Polri, yang bakal maju dalam perhelatan Pilkada serentak 2018. Bahkan beberapa di antaranya sudah resmi menyatakan diri maju.
Pertama ada mantan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat Letnan Jenderal Edy Rahmayadi yang telah resmi diusung Gerindra, PKS, PAN, NasDem, dan Golkar untuk menjadi bakal calon gubernur Sumatera Utara. Hanura juga diisukan turut mendukung Edy.
Kemudian, Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Irjen Anton Charliyan telah resmi diusung oleh PDIP untuk maju sebagai bakal calon wakil gubernur Jawa Barat. Dia akan mendampingi calon gubernur Tubagus Hasanuddin yang juga merupakan pensiunan TNI dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal.
Lalu Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Safaruddin bakal maju sebagai bakal calon gubernur Kaltim berkat dukungan dari PDIP.
Terakhir, Komandan Korps Brigade Mobil Polri Irjen Murad Ismail yang akan maju sebagai calon gubernur Maluku lewat dukungan PDIP dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sumber : CNN
















