Catatan Politik, Hasrat Para Jenderal di Pilkada 2018

oleh

Ilustrasi Pilkada serentak 2018

 

Jakarta (INFOPlus) — Sejumlah perwira tinggi aktif TNI dan Polri berniat maju menjadi calon kepala daerah pada Pilkada serentak 2018. Iktikad mereka terjun ke dunia politik semakin jelas ketika partai-partai politik telah memberikan dukungan resmi.

Para jenderal yang bakal bertanding pada Pilkada serentak tahun ini antara lain, Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi, Inspektur Jenderal Pol Anton Charliyan, Inspektur Jenderal Pol Safaruddin, serta Inspektur Jenderal Pol Murad Ismail. Mereka harus rela menanggalkan jabatannya dari TNI dan Polri demi hasrat menjadi kepala daerah.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai ada dua faktor para perwira tinggi aktif rela mengundurkan diri dari institusinya demi berpolitik.

Pertama, Adi menganggap para perwira tinggi mendambakan prestise yang lebih besar daripada pangkat dan jabatan yang tersemat di seragamnya saat ini. Menjadi kepala daerah akan membuat status sosial seorang perwira tinggi lebih terpandang di mata masyarakat.

INFO lain :  Razia Jelang Pilkada, Polres Surakarta Sita Ratusan Liter Miras

“Mereka ingin mendapat prestise yang tidak pernah didapatkan selama ini. Itu alamiah sebagai manusia,” tutur Adi kepada CNNIndonesia.com, Minggu (7/1).

Adi tidak setuju dengan anggapan pangkat jenderal tidak lagi bergengsi di masa kini. Menurutnya, pangkat jenderal tetap terpandang di mata masyarkat. Akan tetapi, jika dibandingkan jabatan kepala daerah, pangkat tersebut kalah bergengsi.
Kala Para Jenderal 'Lompat Pagar' dan Hasrat Politik di 2018Mantan Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi bakal maju di Pilgub Sumut. (CNN Indonesia/Ahmad Bachrain).

“Apalagi di jajaran TNI dan Polri mereka tidak dikenal-kenal amat,” ujar Adi.

INFO lain :  Tim Brimob Sudah Siap Lakukan Pengamanan

Menurut Adi, wajar jika para pemilik bintang di pundaknya tersebut lebih memilih terjun ke politik dari pada melanjutkan karir. Alasannya, untuk naik pangkat, membutuhkan waktu yang cukup lama. Dituntut pula kesabaran dan ketekunan.

Adi mengamini memang tidak ada jaminan para jenderal itu dapat dengan mudah menang dalam pilkada. Namun, kemungkinan mereka hidup di lingkungan politik di masa selanjutnya terbuka lebar.
Para jenderal telah memiliki popularitas yang tinggi jika sudah berpartisipasi di Pilkada meski pun kalah. Karena setelah itu, peluang mereka diangkut partai politik cukup besar. Para jenderal tersebut bisa dijadikan tim sukses atau calon legislatif di Pemilu 2019.

INFO lain :  Kapolres Banyumas Gelar Kunjungan Kerja ke KPU untuk Pastikan Kesiapan Pemilu 2019

Terlebih, hubungan juga akan terjalin baik dengan partai politik yang mendukungnya saat pilkada. Dengan demikian, meski pun kalah dalam pilkada, jenderal tersebut tidak menanggung rugi yang besar akibat menanggalkan jabatannya. Pintu mereka di dunia politik justru makin terbuka.