Uang Pengisian ATM Bank Jateng Cuma Dibungkus Kresek, Hakim Menyayangkan

oleh -182 views
Sidang pemeriksaan perkara pembobolan Bank Jateng Cabang Pekalongan di Pengadilan Tipikor Semarang.

Semarang – Sidang perkara pembobolan Bank Jateng Pekalongan Rp 4,4 miliar dengan terdakwa Moh Fredian Husni, 27 tahun membuat majelis hakim kaget. Fakta, uang pengisian sejumlah mesin ATM Bank Jateng Cabang Pekalongan yang hanya dibawa dengan plastik kresek menjadi keprihatinan.

“Kalau itu didengar konsumen.Kaset saja kurang. SOP dari kas dibawa tas…Tas kresek lagi,” ungkap Aloysius Priharnoto Bayu Aji, ketua majelis hakim pemeriksa pekara saat memimpin sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (11/12/2018).

Aloysius sempat menyindir saksi Bambang Suyono SE, Kasie Adimintrasi dan Laporan Perpajakan atau mantan Kasie Pelayanan Bank Jateng Pekalongan atas hilangnya Rp 4,4 miliar yang diduga dibobol terdakwa.

“Rp 4,4 miliar dibobol. Kalau dibelikan dapat berapa itu. Kaset produksi dalam negeri atau luar negeri,” kata dia kepada saksi Bambang yang menjawab, lebih dari sisa.

Kurangnya kaset mesin ATM diakui Bambang yang pernah menjadi atasan terdakwa itu ke pimpinannya.

“Hanya lisan disampaikan ke bagian umum,” ucap Bambang.

Keprihatinan juga senada diungkapkan hakim anggota, Hadrianus Indriyanta.

“Kasih tahu yang lainnya. Inilah lubang-lubang sehingga terjadi pembobolan Rp 4.4 miliar. Kasie pelayanan karena kerjaannya ngak bener, kalau bener ngak akan terjadi (pembobolan). Biar jadi pembelajaran,” ungkap Hadrianus.

Bank Jateng merupakan salah satu Badan Usaha Milik Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota / Kabupaten se-Jawa Tengah, dulunya bernama Bank Pembangunan Daerah (BPD). Namun sejak tahun 2005 berubah nama menjadi Bank Jateng.

Bank Jateng Cabang Pekalongan merupakan anak cabang dari Bank Jateng kantor Pusat yang beralamat di Jalan Pemuda Nomor 142 Semarang Jawa Tengah.

Sumber pendanaan serta sistem pengelolaan keuangan Bank Jateng berasal dari uang Pemerintah / uang Negara dengan ketentuan penyertaan modal Bank jateng berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar 56,42%. Pemerintah Kabupaten Se-Jawa Tengah sebesar 34,52% dan Pemerintah Kota se-Jawa Tengah sebesar 9,06%.

“Sedangkan untuk Pemerintah Kota Pekalongan memiliki prosentase kepemilikan modal sebesar 0,62% dengan jumlah sebesar Rp 18.393.000,000,” ungkap Sri Maryati, Jaksa Penuntut Umum Kejari Kota Pekalongan dalam dakwaannya yang dibacakan pada sidang sebelumnya.

(far/dit)