Semarang – INFOPlus. Meski saat ini musim kemarau, namun persoalan dan ancaman banjir, masih menjadi perhatian Pemkot Semarang. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menegaskan persoalan banjir di Perumahan Dinar dan Grand Permata Tembalang tetap jadi fokus perhatian pihaknya.
Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang, bahkan telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dan kementerian menyatakan akan turun tangan membantu menangani persoalan yang menjadi momok bagi warga Dinas dan Grand Permata Tembalang saat musim hujan tiba.
Hal itu dikatakan Mbak Ita setelah dirinya mengikuti rapat koordinasi bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jawa Tengah-DIY dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana di Balai Kota Semarang, belum lama ini.
Mbak Ita mengatakan, letak Perumahan Dinar di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, berada di ketinggian yang sepadan dengan aliran sungai. Dengan kondisi tersebut semestinya tidak boleh dilakukan pembangunan kawasan permukiman.
“Kami dari kemarin upayanya mencari pengembang, tetapi melarikan diri dan tidak ada. Sebenarnya itu salah. Kami tidak bisa bicara masa lalu, tetapi bagaimana masa depan dan penyelamatan warga,” katanya, Sabtu (21/10).
Sesuai perencanaan, warga Perumahan Dinar akan dipindahkan ke rumah susun. Namun, karena sebagian masyarakat keberatan atas opsi tersebut, pihaknya melakukan penguatan tanggul jebol akibat banjir bandang tahun lalu.
“Masyarakat di situ (Perumahan Dinar) ada 52 kepala keluarga (yang terdampak). Mereka tidak mau menempati rusun. Inginnya direlokasi tetapi di tanah atasnya,” tutur dia.
Dalam proses ini, seharusnya melibatkan pihak pengembang untuk mengetahui luasan tanah yang masih satu kawasan perumahan tersebut. Karena pengembang keberadaannya tidak diketahui, pihaknya menggandeng kejaksaan untuk menangani kasus tersebut.
“Sehingga sambil pararel kami membuat semacam tanggul sementara, saya mengundang kejaksaan, dan camat serta lurah yang tahu soal tanah di situ,” ujarnya.
Selain itu, Mbak Ita juga telah menginstruksikan Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang untuk menilik kembali penataan kawasan perumahan. Termasuk Perumahan Dinar dan Grand Permata Tembalang.
Perihal Grand Permata Tembalang, pada tahun lalu juga terdampak banjir bandang. Lokasi perumahan di Kelurahan Rowosari tersebut berada di bantaran sungai.
“Kami minta cek dari Distaru terkait yang Grand Permata. Kalau memang harus ada perbaikan, ya segera dilakukan. Sehingga harus dicek semua tata ruangnya,” tegas dia.












