Semarang – INFOPlus. Konstelasi politik di Indonesia jelang pemilihan presiden dan wakil presiden 2024 semakin memanas. Masing-masing calon berlomba-lomba menaikkan popularitasnya dengan melakukan berbagai kegiatan.
Relawan-relawan juga bermunculan dari berbagai latar belakang dan mendeklarasikan untuk memenangkan calonnya.
Repro Mandiri 08 Jawa Tengah salah satunya, dengan penuh semangat, relawan yang diinisiasi oleh alumni UNDIP yang memiliki latar belakang kalangan professional ini bertekad untuk merebut suara dari Kandang Banteng ini.
Selain mendeklarasikan pemenangan untuk Prabowo Subianto, Repro Mandiri 08 juga melantik kepengurusan DPW Repro Mandiri 08 Wilayah Jateng yang dikomandani oleh Mukminarto.
Urutan generasi yang mendominasi pemilu 2024
Ketua Umum Repro Mandiri 08 Rahman Fajriyansyah dihadapan awak media menyebutkan secara nasional Pemilu 2024 mendatang didominasi oleh generasi milineal (33,6%), generasi X (28,1 %), generasi Z (22,9%), generasi baby boomer (13,7%).
Sedangkan untuk wilayah Jawa Tengah, pemilih generasi milineal (32 %), generasi X (28,3 %), generasi Z (20,8%), generasi baby boomer (16,6 %).
“Maka dari itu, untuk memenangkan Pak Prabowo khususnya di Jawa Tengah, Repro Mandiri 08 merekomendasikan Gibran Rakabuming Raka menjadi Cawapres Prabowo,” Ujar Rahman.
Alasan memilih Gibran
Menurut Rahman Fajriyanayah, pemilihan Gibran bukan tidak beralasan, karena Gibran sesuai dengan kajian yang telah dilakukannya, sosok Gibran dapat meraih semaksimal mungkin suara pemilih Jokowi dan generasi milinea dan gen Z.
“Jadi kami mengusung dan mendorong Mas Gibran bisa menjadi calon wakil presiden nya Pak Prabowo Subianto alasannya Mas Gibran itu menjadi suatu kebutuhan,” tandas Rahman.
Sementara itu Sekretaris Jenderal Repro Mandiri 08 Ardas Patra, untuk memenangkan Prabowo menjadi Presiden RI 2024, pihaknya akan berusaha menyediakan 265 ribu relawan yang nantinya akan disebar di 117
ribu TPS serta berjuang untuk meraih 11 juta suara.
“Kekalahan Pak Prabowo pada Pemilu sebelumnya, mungkin karena pemilihan wakil presiden yang kurang tepat dan yang kedua disebabkan mungkin karena konsolidasi yang kurang masif di tingkat-tingkat TPS, sehingga pengamanan suara yang ada di TPS tidak bisa berjalan secara maksimal,” Pungkas Ardas. (Mh/Mw)















